Profile photo of akhmad46

Rancang Bangun Pusat Informasi Agribisnis Karet

PENDAHULUAN

 

1.1.Latar Belakang

Untuk dapat mewujudkan masyarakat adil dan makmur, pertumbuhan dan perkembangan ekonomi nasional Indonesia harus dapat mengoptimalkan semua sektor ekonomi, baik itu sektor industri, pertanian, perikanan, pertambangan, pariwisata, maupun sektor jasa. Semua sektor tersebut harus tetap dilaksanakan secara proporsional karena masing-msing sektor mempunyai kontribusi yang berbeda-beda.

Salah satu komoditas unggulan di sektor pertanian adalah karet. Menurut Data BPS 2010, luas areal tanaman karet adalah terbesar ke dua setelah Kelapa Sawit, yaitu seluas 472,2 ribu Ha dengan produksi sebesar 585.427 ton. Komoditas ini memberikan kontribusi yang cukup besar bagi perekonomian Indonesia dengan nilai ekspor pada tahun 2010 sebesar 9.339,7 juta USD. Dengan besarnya nilai ekspor tersebut, sudah seyogyanya perkembangan komoditas karet mendapatkan perhatian yang lebih dalam perekonomian Indonesia.

Selengkapnya……

Comments Off on Rancang Bangun Pusat Informasi Agribisnis Karet

Profile photo of akhmad46

REAL WORLD CASE 3: Sew What? Inc.: The Role of Information Technology in Small Business Success

REAL WORLD CASE 3:

Sew What? Inc.:

The Role of Information Technology in Small Business Success

 I. PENDAHULUAN

 1.1.      Latar Belakang

Perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat, memudahkan user meningkatkan kegunaan dari suatu sistem informasi yang dimilikinya. Selain sistem informasi yang mudah digunakan, hal itu juga meningkatkan kinerja dan memungkinkan berbagai kegiatan dapat dilaksanakan dengan cepat, tepat dan akurat, sehingga akhirnya akan meningkatkan produktivitas. Perkembangan teknologi informasi ini memperlihatkan bermunculannya berbagai jenis kegiatan yang berbasis kepada teknologi atau kegiatan yang berbasis elektronik.

Teknologi informasi, termasuk penggunaan internet, menjadi sebuah keharusan dan memainkan peranan yang penting dalam sebuah bisnis. Teknologi informasi dapat digunakan mulai dari pengembangan produk, hubungan pelanggan, transaksi e-commerce, pemasaran, dan/atau aktivitas bisnis lainnya. Dengan memanfaatkan teknologi informasi, sebuah perusahaan dapat meningkatkan efektifitas dan efisiensi proses bisnisnya, termasuk di dalamnya integrasi antar bagian dan pengambilan keputusan manajerial. Dengan kata lain, penerapan teknologi informasi merupakan hal yang penting untuk menunjang kesuksesan perusahaan dalam persaingan global saat ini.

Pemanfaatan teknologi informasi dalam kaitan dengan pemasaran dilakukan untuk meningkatkan peluang pasar dan memperluas jangkauan produknya. Hal ini dapat dilakukan oleh perusahaan skala kecil dan menengah sesuai dengan anggaran/budget yang ada. Hal ini seperti yang dilakukan oleh Sew What? Inc. yang berawal dari industri skala rumahan dengan 35 orang karyawan. Sew What? Inc. memanfaatkan teknologi informasi dengan membuat website yang akhirnya dapat meningkatkan penjualannya dari tahun ke tahun, bahkan hingga 65% dari tahun sebelumnya. Dengan situs yang ada, perusahaan dianggap memiliki kredibilitas dan data/informasi yang ada dapat diakses oleh semua orang di seluruh dunia. Dengan demikian perusahaan dapat berkembang dan mampu bersaing secara global.

1.2.      Tujuan

Tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui :

  1. Kontribusi dari pemanfaatan teknologi informasi terhadap kesuksesan Sew What? Inc.
  2. Pemanfaatan teknologi informasi di masa yang akan datang untuk menjadikan Sew What? Inc. lebih berhasil dalam bisnisnya.
  3. Bagaimana pemanfaatan teknologi informasi oleh perusahaan kecil agar lebih berhasil.

 

II. TINJAUAN PUSTAKA

2.1.      Teknologi Informasi

Teknologi informasi merupakan teknologi yang digunakan untuk mengolah data, termasuk memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan, memanipulasi data dalam berbagai cara untuk menghasilkan informasi yang berkualitas, yaitu informasi yang relevan, akurat dan tepat waktu (Wardiana, 2002). Teknologi ini menggunakan seperangkat komputer untuk mengolah data, sistem jaringan untuk menghubungkan satu komputer dengan komputer lainnya sesuai dengan kebutuhan, dan teknologi komunikasi digunakan agar data dapat disebar dan diakses secara global.

Haag dan Keen (1996) mendefinisikan  teknologi informasi adalah seperangkat alat yang membantu anda bekerja dengan informasi dan melakukan tugas-tugas yang berhubungan dengan pemrosesan informasi. Martin (1999) menambahkan  teknologi informasi tidak hanya terbatas pada teknologi computer yang digunakan untuk memproses dan menyimpan informasi melainkan juga mencakup teknologi komunikasi untuk mengirimkan informasi. Willams dan Sawyer (2003) mengartikan teknologi informasi adalah teknologi yang menggabungkan komputasi (computer) dengan jalur komunikasi berkecepatan tinggi yang membawa data, suara dan video.[1]

2.2.      Sistem Informasi[2]

Suatu sistem informasi (SI) dapat berupa kombinasi terorganisir dari orang, hardware, software, jaringan komunikasi, sumber data, dan kebijakan dan prosedur yang menyimpan, mengambil, mengubah, dan menyebarkan informasi dalam sebuah organisasi. Orang mengandalkan pada sistem informasi modern untuk berkomunikasi dengan satu sama lain menggunakan berbagai perangkat fisik (hardware), instruksi pemrosesan informasi dan prosedur (perangkat lunak), saluran komunikasi (jaringan), dan penyimpanan data (sumber data).

Meskipun jumlah aplikasi perangkat lunak terus bertambah, ada tiga alasan mendasar untuk semua aplikasi bisnis teknologi informasi. Mereka ditemukan dalam tiga peran penting bahwa sistem informasi dapat melakukan untuk sebuah perusahaan bisnis:

  • Mendukung proses bisnis dan operasi.
  • Mendukung pengambilan keputusan oleh karyawan dan manajer.
  • Mendukung strategi untuk keunggulan kompetitif

2.3.      e-business

Secara umum, e-business dapat diterjemahkan sebagai kegiatan bisnis yang dilakukan secara otomatis dan semiotomatis dengan menggunakan teknologi elektronik atau sistem informasi komputer. E-business memungkinkan suatu perusahaan untuk berhubungan dengan sistem pemrosesan data internal dan eksternal secara lebih efisien dan fleksibel. E-business juga banyak dipakai untuk berhubungan dengan suplier dan mitra bisnis perusahaan, serta memenuhi permintaan dan melayani kepuasan pelanggan secara lebih baik.[3]

Menurut O’Brien (2011), e-business dapat didefinisikan sebagai penggunaan teknologi internet untuk bekerja dan memberdayakan proses bisnis, e-commerce, dan kolaborasi perusahaan dalam perusahaan dengan pelanggan, pemasok, dan pemangku kepentingan bisnis lainnya. Pada dasarnya, e-business dapat lebih dianggap sebagai pertukaran nilai (value) secara online.

2.4.      e-commerce

E-commerce adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan penjualan barang dan jasa melalui Internet. Dalam pengertian yang paling umum, hanya menciptakan situs Web yang mengiklankan dan mempromosikan produk dapat dianggap “e-commerce.” Dalam beberapa tahun terakhir, bagaimanapun e-commerce telah menjadi jauh lebih canggih. Bisnis e-commerce sekarang menawarkan toko online yang rumit di mana pelanggan dapat mengakses ribuan produk, pemesanan, pilih metode pengiriman yang diinginkan dan membayar untuk pembelian menggunakan kartu kredit mereka.[4]

Sedangkan menurut O’Brien (2011), E-commerce adalah pembelian, penjualan, pemasaran, dan pelayanan produk, layanan, dan informasi melalui berbagai jaringan komputer. Banyak perusahaan sekarang menggunakan internet, intranet, extranet, dan jaringan lain untuk mendukung setiap langkah dari proses komersial, termasuk segala sesuatu dari dukungan iklan, penjualan, dan pelanggan di World Wide Web untuk keamanan Internet dan mekanisme pembayaran yang memastikan penyelesaian pengiriman dan proses pembayaran. Sebagai contoh, sistem e-commerce termasuk situs Web Internet untuk penjualan online, akses ke database persediaan extranet oleh pelanggan besar, dan penggunaan intranet perusahaan dengan tenaga penjualan untuk mengakses catatan pelanggan untuk manajemen hubungan pelanggan.

 2.5.      Website

Website adalah hypertext untuk menampilkan data berupa teks, gambar, bunyi, animasi dan data multimedia lainnya, yang diantara data tersebut saling berhubungan satu sama lain. Untuk memudahkan membaca data dan informasi tesebut digunakan sebuah web browser seperti Internet Explorer atau Mozilla FireFox.[5] Sedangkan bila secara terminologi pengertiannya adalah kumpulan dari halaman-halaman situs, dimana didalamnya terdapat sebuah domain dan dan sub domain.

 III. Sew What? Inc.

3.1.      Profil Sew What? Inc.

Apa kesamaan antara Sting, Elton John, dan Madonna? Selain sebagai bintang rock dengan reputasi internasional, mereka semua menggunakan latar belakang teatrikal yang didesain dan diproduksi oleh Sew What? Inc. yang berbasis di Rancho Dominguez, California. Sew What? menyediakan bahan dan desain kustom untuk tirai teatrikal baik untuk panggung, konser, peragaan busana, dan even khusus di seluruh dunia dan telah menjadi pemimpin pasar dalam dunia musik rock & roll.

Didirikan pada tahun 1992 oleh Megan Duckett yang berkebangsaan Australia, Sew What? berkembang dan beroperasi dari sebuah dapur dan garasi kecil hingga menjadi perusahaan yang bernilai jutaan dollar, dikarenakan Duckett yang selalu melakukan pendekatan terhadap kepuasan pelanggan. Begitu Duckett menemui masalah, dia tidak akan mundur. Dia akan mencari jalan untuk mengatasi masalah tersebut dan berusaha bekerjasama dengan semua orang yang dikenalnya.

Apakah yang menjadikan sebuah bisnis bagi seorang wanita yang dimulai dari dapur dan berkembang menjadi perusahaan bernilai jutaan dollar dengan 35 pekerja?. Atribut yang menjadi kunci sukses bagi seorang Megan Duckett dimulai dari kerja keras, kualitas pengerjaan, dan terutama teknologi informasi.

Sew What? dalam beberapa tahun terakhir mengalami pertumbuhan yang amat pesat, dimana penjualan per tahun mencapai $ 4 juta pada akhir tahun 2006. Presiden perusahaan Duckett menyatakan bahwa tumbuh pesatnya perusahaan karena kemampuannya dalam memanfaatkan teknologi informasi dan internet dalam meningkatkan penjualan. Perusahaan ini memasang website agar lebih dikenal oleh masyarakat. Terbukti dengan sebelum memasang website perusahaan, sewwhatinc.com, bisnis Sew What? hanya untuk lokal, namun setelah mempunyai website yang telah di publish pada tahun 2003, Sew What?  memiliki klien hampir diseluruh dunia. Kenyataannya, setiap tahun  pendapatan meningkat 45%, dan untuk tahun 2006 ini perusahaan dapat menikmati penjualan sebesar 65% lebih tinggi dari penjualan tahun 2005. Dan semua penjualan ini berasal dari penjualan melalui web.

Meskipun penggunaan website menjadi perhatian utama, mengatur semua bisnis dalam sebuah situs memerlukan banyak usaha di balik layar. Secara khusus, Duckett bergantung pada infrastruktur teknologi informasi yang membantu perusahaan supaya berjalan dengan lancar. Duckett menyatakan bahwa Sew What? Inc adalah perusahaan customer centric. Menjadi suatu hal yang sangat penting untuk memiliki back-office teknologi informasi yang sangat baik dalam mengelola bisnis dan memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggannya.

Sew What? Menjalankan sebagian besar bisnisnya dengan Intuit’s Quick Books Enterprise Solution Manufacturing dan Wholesale Edition Software dan Microsoft’s Windows Server dengan sistem operasi yang terpasang pada server Dell PowerEdge 860, didukung dengan prosesor Intel Xeon dan kapasitas penyimpanan harddisk sebesar 146 GB. Menurut Duckett, “Menjalankan bisnis membutuhkan banyak penyimpanan. Selain membutuhkan informasi pelanggan dan file operasional dan keuangan QuickBooks yang vital, kami membutuhkan penyimpanan untuk jutaan ribu file gambar gorden dan kain, file dokumen instruksi konsumen, dan jenis data yang lain.” Komputer pendukung tambahan Sew What? didukung server Dell PowerEdge 500 yang didedikasikan untuk aplikasi lebih kecil dengan berbagai sistem PC Dell desktop bagi karyawan.

Sew What? dimulai pada tahun 1992 sebagai usaha paruh waktu, dimana Duckett menjahit dan memotong kain di atas meja dapurnya. Dia mulai purna waktu pada tahun 1997 dan mendirikan perusahaan pada tahun 1998. Teknologi memainkan peran yang penting dalam menjalankan keberhasilan bisnis kecil rumahan pada saat dia kehilangan kontrak yang besar. Klien potensial mengatakan bahwa tanpa website, perusahaannya “Tidak memiliki kredibilitas.” “Sebelum kehilangan kontrak, saya berpikir bahwa saya menjalankan bisnis menjahit, pondok kerajinan. Saya tidak membutuhkan website.” Katanya. Duckett mengakui dia agak sombong, terutama karena bisnisnya tumbuh cukup baik yang dipromosikan dari mulut ke mulut. “Saya cepat belajar dari kesalahan dan berpikir. Kamu tidak bisa memiliki sikap seperti itu dan bertahan,” akunya.

Kehilangan kontrak juga bertepatan dengan periode pertumbuhan yang rendah antara tahun 2001 dan 2002. Saat itulah Duckett memutuskan untuk menggunakan teknologi. Menggunakan Microsoft Publisher, dia merancang dan membangun websitenya sendiri. “Anda berusaha mencari hal-hal baru dan belajar bagaimana melakukannya sendiri ketika anggaran tipis”, pengakuannya.

Duckett tetap bekerja untuk meningkatkan situsnya dan membuatnya semakin baik bagi pelanggannya. Setahun kemudian, dia merasa bahwa situsnya membutuhkan sesuatu yang baru, dia mengikuti kursus di Dreamweaver selama 10 minggu untuk membangun kembali situsnya secara lengkap. Perbaikan website membantu Sew What? tumbuh menjadi perusahaan dengan konsumen diseluruh dunia dan daftar klien termasuk para bintang rock internasional, Gucci, dan majalah Rolling Stone.

Pada tahun 2005, Duckett memutuskan untuk mengembangkan navigasi situsnya karena “Saya ingin situs yang indah dan menyediakan suatu pengalaman konsumen yang benar-benar bagus. Hal itu berada diluar kemampuan saya, sehingga kami menyewa perusahaan konsultasi pemasaran web untuk membangun sistem navigasi kustom untuk situs kami.”

Dia bekerja dengan ‘senjata sewaan’ untuk branding, optimisasi mesin pencari, desain keseluruhan, dan layout situs. Duckett masih tetap menyediakan semua konten, termasuk gambar dan teks. Mereka juga memiliki situs dalam versi bahasa Spanyol, dan fitur pencarian termasuk varian ejaan bagi negara yang tidak menggunakan bahasa Inggris. Sebagai contoh, anda dapat mencari ejaan Amerika untuk ‘theater’ atau ‘theatre’ pada versi Australia dan Inggris.

Situs ini juga mengijinkan pelanggan potensial meninjau semua jenis warna contoh kain dan mengajar mereka bagaimana menghitung pengukuran proyek yang akurat; perbedaan antara scrim, tormentor, dan traveler curtain; perawatan yang tepat dan menyediakan berbagai jenis bahan kain; dan banyak lagi.

Ketika membaca situs web Dell suatu hari, Duckett melihat sebuah artikel berita mengenai Penghargaan Dell/NFIB Small Business Excellence Award. Federasi Nasional Bisnis Mandiri (NFIB) dan Perusahaan Dell Inc. mempersembahkan hadiah tahunan untuk satu usaha kecil untuk inovasi yang menggunakan teknologi untuk meningkatkan pengalaman konsumen. Pemenangnya akan menerima produk dan service dari Dell senilai $ 30.000, menjadi anggota NFIB seumur hidup, dan kesempatan satu hari berada di kantor pusat Dell bersama dengan Michael Dell dan senior eksekutif lainnya.

            “Deskripsi tentang bisnis yang mereka cari sesuai dengan Sew What?”. Duckett menyadari, “Semua yang mereka cari, sudah saya lakukan, jadi saya putuskan untuk mengikutinya. Suami saya (sekaligus mitra bisnis) menertawakan saya dan mengingatkan saya bahwa saya tidak akan memenangkan apapun.” Menulis esai untuk kontes menyebabkan Duckett merenungkan semua yang dia dan karyawannya telah capai selama bertahun-tahun. “Kami melihat ke belakang dan merasa sangat bangga terhadap diri kami. Hanya dengan proses itu sudah cukup untuk menggiatkan semua orang dalam rapat produksi mingguan.”

            Para juri juga mengakui komitmen Megan Duckett untuk memuaskan konsumennya dan menggunakan teknologi informasi untuk kesuksesaan bisnis, sehingga mereka menganugerahkan penghargaan kepada Sew What? dengan Small Business Excellence Award. Memenangkan penghargaan terbuki menjadi pengalaman yang sangat emosional. Melihat kemampuan dan pencapaian dari sembilan finalis lainnya, Duckett pikir Sew What? hanya akan menjadi finalis 10 besar. “Saya tidak percaya bahwa sebuah perusahaan besar seperti Dell – sangat berjiwa kewirausahaan dan maju dalam berbagai hal – mau melihat perusahaan kecil dan mengenalinya.”

            Seperti pemilik bisnis kecil lainya, Duckett  mengeluarkan  energi yang besar baik fisik dan emosional  dalam pekerjaannya. “Memenangkan penghargaan ini begitu tinggi dalam tingkatan pribadi,” katanya. Bisnis ini telah mendarah daging di setiap sel dalam tubuh saya, dan untuk memiliki seseorang yang mengatakan ‘kerja bagus’, di dalam bisnis kecil, tidak ada orang yang mengatakan itu pada anda”.

            Seperti telah diungkapkan sebelumnya, penggunaan teknologi membawa kesuksesan bisnis perusahaan Sew What? terus mendapat pengakuan. Pada Maret 2007, perusahaan ini menerima Stevie Award untuk Perempuan dalam Bisnis untuk “Most Innovative Company of the Year” diantara mereka yang memiliki sampai 100 karyawan. Beberapa bulan sebelumnya, Sew What? menerima SMB 20 Award dari PC Magazine, yang menghargai 20 teknologi paling inovatif bisnis skala kecil maupun menengah setiap tahunnya. “Bisnis kecil dan menengah memimpin ekonomi saat ini.  Namun, seringkali mereka tidak mendapat perhatian dan pengakuan yang sepantasnya mereka terima.,” kata Pimpinan Editor PC Magazine, Jim Louderback. “Kami ingin menyorot kerja keras, kepemimpinan teknologi dan semangat inovatif dari ribuan perusahaan bisnis kecil dan menengah di seluruh dunia.”

Duckett berencana menggunakan hadiah yang dimenangkannya untuk menambah sebuah sistem bar code yang dapat melacak proses manufaktur dalam gudang perusahaan. Dalam bisnis kain, kain disimpan dalam gulungan di gudang dan bergerak dalam tahapan yang berbeda: penerimaan, pemotongan, penjahitan, pembentukan, dan sebagainya. Proses scaning/pemindaian akan memungkinkan tim Duckett untuk melacak berapa lama kain berada dalam tahapan tertentu. Data ini akan memberikan masukan yang lebih baik mengenai biaya, yang kemudian akan membantu mereka menghasilkan daftar harga yang akurat.

Kita tidak perlu membayar satu setengah jam untuk pegawai jika proses pemotongan kain hanya membutuhkan waktu satu jam 15 menit.” catat Duckett. Saat ini, perusahaan menggunakan sistem tulisan tanda tangan pada lembaran  masuk dan keluar, dia mengatakan ini membutuhkan waktu terlalu lama dan memiliki banyak kesalahan. “Sistem yang baru akan membiarkan kita melacak kemajuan pengiriman individu,” janjinya. “ Kami pastinya akan memberikan pelayanan yang lebih baik dengan memberikan pelayanan yang terbaru kepada konsumen.”

 3.2.      Kasus

  1. Bagaimana teknologi informasi memberikan kontribusi bagi keberhasilan bisnis Sew What Inc.? Berikan beberapa contoh pada  kasus ini mengenai nilai bisnis teknologi informasi yang menunjukkan kesimpulan ini.
  2. Jika Anda seorang konsultan manajemen untuk Sew What? Inc., apa yang akan Anda sarankan untuk dilakukan Megan Duckett saat ini untuk menjadi lebih sukses dalam bisnis. Apa peran teknologi informasi yang akan anda ajukan dalam proposal Anda? Berikan rekomendasi yang spesifik!
  3. Bagaimana penggunaan teknologi informasi dapat membantu bisnis kecil menjadi lebih sukses? Berikan beberapa contoh untuk mendukung jawaban Anda.

 

IV. PEMBAHASAN

 A.        Kontribusi Pemanfaatan Teknologi Informasi dalam Sew What? Inc.

Dalam sebuah bisnis dengan skala kecil, Teknologi Informasi sangat penting untuk pertumbuhan perusahaan. Megan Duckett adalah pendiri Sew What? Inc. yang awalnya adalah industri rumahan, menggunakan dapur dan garasi sebagai tempat kerjanya. Tujuan dari Duckett adalah untuk memberikan pendekatan yang lebih sempurna untuk kepuasan pelanggan, dan mengatasi tantangan yang mereka hadapi melalui TI (Teknologi Informasi).

Melalui sejarah bisnis kecil Duckett, teknologi informasi memainkan peran penting di dalam kredibilitas perusahaannya. Dengan selalu mengutamakan kepuasan pelanggan, TI membantu menjaga pelanggannya dengan customer centric.

Setelah kehilangan salah satu kontrak terbesarnya, salah satu klien potensialnya mengatakan bahwa tanpa website, perusahaannya “Tidak memiliki kredibilitas.” “Sebelum kehilangan kontrak, saya berpikir bahwa saya menjalankan bisnis menjahit, pondok kerajinan. Saya tidak membutuhkan website.” katanya.

Setelah meluncurkan website mereka pada tahun 2005 bisnis mereka menanjak. Sew What? dalam beberapa tahun terakhir mengalami pertumbuhan yang amat pesat, dimana penjualan per tahun mencapai $ 4 juta pada akhir tahun 2006. Presiden perusahaan Duckett menyatakan bahwa tumbuh pesatnya perusahaan karena kemampuannya dalam memanfaatkan teknologi informasi dan internet dalam meningkatkan penjualan. Terbukti dengan sebelum memasang website perusahaan, sewwhatinc.com, bisnis Sew What? hanya untuk lokal, namun setelah mempunyai website yang telah diluncurkan pada tahun 2003, Sew What? memiliki klien hampir diseluruh dunia. Kenyataannya, setiap tahun  pendapatan meningkat 45%, dan untuk tahun 2006 ini perusahaan dapat menikmati penjualan sebesar 65% lebih tinggi dari penjualan tahun 2005. Dan semua penjualan ini berasal dari penjualan melalui web.

Pada tahun 2005, Duckett memutuskan untuk mengembangkan navigasi situsnya karena “Saya ingin situs yang indah dan menyediakan suatu pengalaman konsumen yang benar-benar bagus. Hal itu berada diluar kemampuan saya, sehingga kami menyewa perusahaan konsultasi pemasaran web untuk membangun sistem navigasi kustom untuk situs kami.”

Dia bekerja dengan ‘senjata sewaan’ untuk branding, optimisasi mesin pencari, desain keseluruhan, dan layout situs. Duckett masih tetap menyediakan semua konten, termasuk gambar dan teks. Mereka juga memiliki situs dalam versi bahasa Spanyol, dan fitur pencarian termasuk varian ejaan bagi negara yang tidak menggunakan bahasa Inggris. Sebagai contoh, anda dapat mencari ejaan Amerika untuk ‘theater’ atau ‘theatre’ pada versi Australia dan Inggris.

Melalui studi kasus ini kita mengerti bahwa sangat penting untuk mengelola kepuasan pelanggan melalui TI. Pendekatan kepuasan pelanggan melalui TI memberikan Sew What? Inc adalah kesempatan besar untuk tumbuh dalam bisnis kecil, dalam dunia bisnis besar.

 B.        Pemanfaatan Teknologi Informasi di Masa Yang Akan Datang untuk Sew What? Inc.

Sendainya saya sebagai konsultan untuk Sew What? Inc., saya menganjurkan kepada Megan Duckett beberapa hal berikut ini:

  1. Meningkatkan jumlah tenaga kerja pemasaran dan melengkapi mereka dengan segala macam informasi untuk beroperasi dengan lancar. Pemasaran adalah suatu tugas berat dan membutuhkan informasi yang harus dikelola dengan baik dan sistem komunikasi yang hanya mungkin melalui penggunaan teknologi informasi yang efektif. Hal ini dikarenakan pemasaran adalah salah satu aspek penting dari organisasi bisnis saat ini. Pelanggan saat ini tidak datang kepada kita untuk menemukan produk, dan pasar telah begitu kompetitif sehingga produk perlu menemukan pelanggan dan itulah apa yang dapat dilakukan oleh pemasaran.
  2. Sew What? Inc. telah memiliki situs/website yang akan terus dikembangkan oleh pemiliknya. Selain dengan penggunaan website, sebaiknya perusahaan memanfaatkan situs jejaring sosial yang sangat populer saat ini. Hal itu akan menguntungkan bagi bisnis jika mereka mulai mempromosikan hal itu melalui situs jejaring sosial seperti facebook, twitter, dan lain lain.
  3. Sew What? Inc. telah berada di bisnis gorden begitu lama dan sekarang saatnya mereka harus memperluas wilayah kerja mereka. Mereka telah menikmati pertumbuhan karena adanya informasi dan penelitian yang mereka kumpulkan, maka mereka bisa mengusahakan tentang menyediakan bahan baku untuk jenis yang sama dalam bisnis lainnya. Mereka bisa meregangkan organisasi dan meluncurkan lini pakaian mereka sendiri setelah penelitian pasar yang tepat. Teknologi informasi dapat membantu mereka untuk mengetahui secara rinci tentang bagaimana untuk memulai dan apa untuk memulai.
  4. Melakukan e-business. Semua kegiatan bisnis dilakukan secara otomatis dan/atau semiotomatis dengan menggunakan teknologi elektronik atau sistem informasi computer, termasuk di dalamnya kegiatan e-commerce. Dengan e-business, memungkinkan perusahaan untuk berhubungan dengan sistem pemrosesan data internal dan eksternal secara lebih efisien dan fleksibel. Selain itu e-business juga banyak dipakai untuk berhubungan dengan suplier dan mitra bisnis perusahaan, serta memenuhi permintaan dan melayani kepuasan pelanggan secara lebih baik. Dengan melakukan e-business kegiatan bisnis akan terintegrasi secara baik sehingga proses produksi dapat berjalan efektif dan efisien. Dalam melakukan e-business, perusahaan dapat menerapkan beberapa integrasi atas proses bisnisnya, misalnya Enterprise Resources Planning (ERP), Customer Relationship Management (CRM), dan Supply Chain Management.

C.        Pemanfaatan Teknologi Informasi oleh Bisnis Kecil agar Berhasil

Dengan memanfaatkan teknologi, khususnya internet, usaha dengan skala kecil dapat lebih cepat dikenal oleh masyarakat luas. Informasi produk dapat diakses dengan mudah oleh siapapun, kapanpun, dan dimanapun. Dengan teknologi internet, biaya promosi akan jauh lebih murah dibandingkan promosi konvensional. Hanya patut diingat, kecepatan sebaran berita di internet sangat cepat, sehingga perusahaan harus menjaga tetap kualitas dari produk dan layanan yang dihasilkan. Sekali terperosok, perusahaan tidak akan mempunyai kredibilitas dan akan segera ditinggalkan oleh konsumen.

Pemanfaatan teknologi banyak memberikan keuntungan kepada bisnis dengan skala kecil. Hal ini dapat dilihat dengan semakin banyaknya usaha kecil yang melakukan penawaran online yang menunjukkan bahwa dengan berjualan online dapat meningkatkan keuntungan,  karena pangsa pasar semakin luas serta biaya promosi yang dapat diminimalkan oleh bisnis kecil.

Beberapa usaha kecil yang melakukan e-commerce diantaranya adalah RajaGrosir.com (www.rajagrosir.com), yang merupakan distributor untuk washing ball. Untuk ke depannya, pengelola situs akan terus menambah produk yang ada di toko online-nya. Selain itu dapat dilihat pula situs produsen boneka horta (http://www.kioshorta.web.id/; http://www.hortadoll.blogspot.com/) yang juga menyertakan kegiatan promosi dan pemasaran dalam jejaring sosial seperti facebook dan twitter.

 

KESIMPULAN DAN SARAN

A.        KESIMPULAN

Pemanfaatan teknologi informasi tidak hanya dilakukan oleh perusahaan dengan skala besar, tetapi dapat juga dilakukan oleh perusahaan dengan skala kecil. Hal ini dapat dilihat pada Sew What? Inc. yang berawal dari industri rumahan dengan skala lokal menjadi perusahaan dengan penjualan jutaan dollar dan terkenal secara global dengan konsumen diseluruh dunia dimana kliennya diantaranya adalah para bintang rock internasional, Gucci, dan majalah Rolling Stone.

B.        SARAN

            Bisnis dengan skala usaha kecil harus memanfaatkan teknologi informasi untuk mempromosikan produk yang dijualnya. Selain memanfaatkan website, jejaring sosial seperti facebook atau twitter merupakan suatu hal yang minimal dimiliki untuk pemasaran sebuah produk. Dengan memanfaatkan teknologi informasi, biaya pemasaran akan lebih murah dan produk dapat lebih cepat dikenal karena data yang tersedia dapat diakses oleh siapapun.

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Anonim. Pengertian Teknologi Informasi. http://id.shvoong.com/society-and-news/2012515-pengertian-teknologi-informasi/#ixzz1eCPD3qNM. Diakses tanggal 20 November 2011.

O’Brien, J A & Marakas, G M. 2011. Management Information Systems Tenth Edition. MgGraw-Hill Inc, New York.

Smart Click. Pengertian Website dalam Internet. http://www.g-excess.com/168/pengertian-website-dalam-internet/. Diakses tanggal 20 November 2011.

Wardiana, Wawan. 2002. Perkembangan Teknologi Informasi di Indonesia. http://eprints.rclis.org/bitstream/10760/6534/1/WAWAN_PERKEMBANGAN_TI.pdf. Diakses tanggal 20 November 2011.

Pengertian e-business. http://ewawan.com/pengertian-e-business-atau-definisi-e-business.html. Diakses tanggal 20 November 2011.

Pengertian e-commerce. http://mrifai.com/ecommerce/pengertian-e-commerce/. Diakses tanggal 20 November 2011.


[1] www.id.shvoong.com

[2] O’Brien (2011)

[3] http://ewawan.com/pengertian-e-business-atau-definisi-e-business.html

[4] http://mrifai.com/ecommerce/pengertian-e-commerce/

[5] Smart Click

 

Untuk mengunduh, silakan klik link berikut:

Sew What Inc – R. Akhmad Rival.docx

Sew What Inc – R. Akhmad Rival.pdf

Comments Off on REAL WORLD CASE 3: Sew What? Inc.: The Role of Information Technology in Small Business Success

Profile photo of akhmad46

Sharing Knowledge Capability

Based on lecture by Dr. Ir. Arif Imam Suroso, MSc (CS)

TOMP class R-46, Master of Management, Graduate Program of Management and Business Bogor Agricultural University (Institut Pertanian Bogor-IPB), Indonesia

I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pengetahuan (knowledge) mempunyai peranan yang sangat penting dalam kemajuan suatu perusahaan/organisasi. Banyak perusahaan semakin menyadari pentingnya pengetahuan sebagai salah satu modal untuk mencapai keunggulan bersaing. Semakin maju pengetahuan yang dimiliki perusahaan, akan semakin tinggi daya saing perusahaan. Menurut Nonaka dan Takeuchi (1995), hanya perusahaan yang dapat memproduksi pengetahuan baru secara berkelanjutan saja yang mampu mencapai posisi lebih baik untuk memiliki competitive advantage.

Pengetahuan terletak pada individu dan diciptakan oleh individu (Nonaka dan Takeuchi, 1995). Competitive advantage bisa dicapai apabila sumber pengetahuan individu dijaga dan dikelola dengan baik. Sebagaimana diutarakan oleh Morling dan Yakhlef (1999) bahwa yang akan menentukan kesuksesan perusahaan adalah kemampuan perusahaan untuk mengelola aset pengetahuan.

Manajemen Pengetahuan (Knowledge Management) adalah kumpulan perangkat, teknik, dan strategi untuk mempertahankan, menganalisa, mengorganisir, meningkatkan, dan membagikan pengertian dan pengalaman. Pengertian dan pengalaman semacam itu terbangun atas pengetahuan, baik yang terwujudkan dalam seorang individu atau yang melekat di dalam proses dan aplikasi nyata suatu organisasi. Fokus dari Manajemen Pengetahuan (MP) adalah untuk menemukan cara-cara baru untuk menyalurkan data mentah ke bentuk informasi yang bermanfaat, hingga akhirnya menjadi pengetahuan. Kegiatan MP ini biasanya dikaitkan dengan tujuan organisasi semisal untuk mencapai suatu hasil tertentu seperti pengetahuan bersama, peningkatan kinerja, keunggulan kompetitif, atau tingkat inovasi yang lebih tinggi.[1]

Perusahaan tidak dapat menciptakan pengetahuan tanpa tindakan dan interaksi para karyawannya. Di sinilah pentingnya perilaku para karyawan melakukan knowledge sharing. Berbagi pengetahuan (knowledge sharing) merupakan salah satu metode dalam knowledge management yang digunakan untuk memberi kesempatan kepada anggota sebuah organisasi, instansi atau perusahaan untuk berbagi ilmu pengetahuan, pengalaman dan ide yang mereka miliki kepada anggota lainnya. Dan pada akhirnya berbagi pengetahuan diharapkan akan tercipta sebuah inovasi baru yang dapat digunakan untuk memajukan organisasi yang bersangkutan[2].

B. Tujuan

Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah untuk mengetahui penerapan dari suatu knowledge transfer yang terjadi pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama. Bagaimana suatu pengetahuan itu diterapkan pada rekan kerja satu seksi dan/atau satu kantor bahkan pihak diluar kantor sesuai dengan sharing knowledge capability yang dimiliki masing-masing individu.

II. Tinjauan Pustaka

A. Pengetahuan (Knowledge)

Menurut Thomas Davenport dan Laurence, definisi knowledge adalah campuran dari pengalaman, nilai, informasi kontekstual, pandangan pakar dan intuisi mendasar yang memberikan suatu lingkungan dan kerangka untuk mengevaluasi dan menyatukan pengalaman baru dengan informasi.

Knowledge menjadi sangat penting, karena:

  1. Knowledge merupakan aset organisasi, yang menentukan jenis tenaga kerja, informasi, keterampilan hingga struktur organisasi yang diperlukan.
  2. Pengetahuan dan pengalaman organisasi merupakan sumber daya yang berkelanjutan (sustainable resources) dari keuntungan daya saing kompetitif (competitive advantages) dibandingkan dengan produk andalan dan teknologi yang dimiliki.
  3. Pengetahuan dan pengalaman mampu menciptakan, mengkomunikasikan dan mengaplikasikan pengetahuan mengenai semua hal terkait untuk mencapai tujuan bisnis.

Knowledge dapat dibagi menjadi dua jenis yaitu Explicit Knowledge dan Tacit Knowledge, dengan penjelasan sebagai berikut:

  1. Explicit Knowledge, yaitu sesuatu yang dapat diekspresikan dengan kata-kata dan angka, serta dapat disampaikan dalam bentuk ilmiah, spesifikasi, manual, dan sebagainya. Knowledge jenis ini dapat segera diteruskan dari satu individu ke individu lainnya secara formal dan sistematis.
  2. Tacit Knowledge, yaitu knowledge dari para pakar, baik individu maupun masyarakat, serta pengalaman mereka. Tacit Knowledge bersifat sangat personal dan sulit dirumuskan sehingga membuatnya sangat sulit untuk dikomunikasikan atau disampaikan kepada orang lain. Perasaan pribadi, bahasa tubuh, pengalaman fisik serta petunjuk praktis (rule-of-thumb) termasuk dalam jenis Tacit Knowledge.

Nonaka dan Takeuchi (1995) mengemukakan bahwa alasan fundamental mengapa perusahaan Jepang sukses, kerena ketrampilan dan pengalaman mereka terdapat pada penciptaan knowledge organisasi. Penciptaan knowledge dicapai melalui pengenalan hubungan sinergik antara tacit knowledge dan explicit knowledge. Mereka membedakan antara tacit knowledge dan explicit knowledge, dan membagi model konversi knowledge menjadi 4 cara sebagai berikut:

a. Tacit knowledge ke Explicit knowledge; disebut proses Externalization.

b. Tacit knowledge ke Tacit knowledge; disebut proses Socialization.

c. Explicit knowledge ke Explicit knowledge; disebut proses Combination.

d. Explicit knowledge ke Tacit knowledge; disebut proses Internalization.

Pendekatan lainnya mendefinisikan knowledge dalam 4 level operasional sebagai berikut (Quinn, 1998):

1. Know what atau cognitive knowledge

Merupakan knowledge yang diperoleh melalui pelatihan, pembelajaran dan kualifikasi formal. Level ini sangat penting bagi perusahaan namun umumnya masih kurang mencukupi bagi keberhasilan komersial.

2.. Know how – merupakan level aplikasi praktis

Pada level ini apa yang telah didapat pada level know what diterjemahkan dalam pelaksanaan. Pada tahap ini merupakan area dimana knowledge menambahkan nilai dalam suatu organisasi melalui kemampuan untuk menterjemahkan knowledge yang bersifat teoritis menjadi eksekusi yang efektif.

3. Know why disebut juga system understanding

Merupakan knowledge terdalam dari jaringan hubungan sebab akibat yang ada pada suatu disiplin ilmu. Level ini memungkinkan profesional untuk berpindah dari pelaksanaan kerja ke pemecahan masalah yang lebih besar dan kompleks dan menciptakan solusi baru bagi permasalahan yang baru.

4. Care why – tahap lanjutan dari kreativitas diri (self-motivated creativity)

Merupakan level dimana inovasi radikal dapat terjadi melalui lompatan imajinatif dan pemikiran lateral.

B. Manajemen Pengetahuan

Manajemen Pengetahuan adalah usaha untuk meningkatkan pengetahuan yang berguna dalam organisasi, diantaranya membiasakan budaya berkomunikasi antar personil, memberikan kesempatan untuk belajar, dan menggalakkan saling berbagi pengetahuan. Usaha ini akan menciptakan dan mempertahankan nilai dari core competencies dengan memanfaatkan teknologi informasi yang ada (McInerney, 2002).

Menurut Ebrahim Randeree, Manajemen Pengetahuan adalah mengelola data, informasi dan pengetahuan dalam organisasi serta menggunakannya untuk mendapatkan keunggulan kompetitif dalam suatu organisasi. Manajemen pengetahuan pada dasarnya terdiri dari proses dan alat untuk secara efektif menangkap dan berbagi data serta menggunakan pengetahuan dari individu-individu dalam sebuah organisasi.

C. Knowledge Sharing[3]

Berbagi pengetahuan menciptakan peluang untuk memaksimalkan kemampuan organisasi untuk memenuhi kebutuhan dan menghasilkan solusi dan efisiensi yang menyediakan bisnis dengan keunggulan kompetitif (Reid, 2003). Berbagi pengetahuan dapat didefinisikan sebagai budaya interaksi sosial, yang melibatkan pertukaran pengetahuan karyawan, pengalaman, dan keterampilan melalui seluruh departemen atau organisasi. Berbagi pengetahuan terdiri dari satu set pemahaman bersama terkait dengan menyediakan akses karyawan ke informasi yang relevan dan membangun dan menggunakan jaringan pengetahuan dalam organisasi (Hogel et al., 2003). Selain itu, berbagi pengetahuan terjadi pada tingkat individu dan organisasi. Bagi karyawan secara individu, berbagi pengetahuan adalah berbicara dengan rekan-rekan untuk membantu mereka mendapatkan sesuatu dilakukan dengan lebih baik, lebih cepat, atau lebih efisien. Untuk sebuah organisasi, berbagi pengetahuan adalah menangkap, mengatur, menggunakan kembali, dan mentransfer pengalaman berbasis pengetahuan yang berada dalam organisasi dan membuat pengetahuan yang tersedia untuk orang lain dalam bisnis. Sejumlah studi telah menunjukkan bahwa berbagi pengetahuan adalah penting karena memungkinkan organisasi untuk meningkatkan kinerja inovasi dan mengurangi upaya pembelajaran berlebihan (Calantone et al, 2002;. Scarbrough, 2003).

Sebuah perusahaan dapat berhasil meningkatkan budaya berbagi pengetahuan tidak hanya dengan langsung memasukkan pengetahuan dalam strategi bisnis, tetapi juga oleh perubahan sikap karyawan dan perilaku untuk bersedia berbagi pengetahuan dan konsisten (Connelly dan Kelloway, 2003; Lin dan Lee, 2004). Selain itu, berbagai penelitian difokuskan pada hubungan antara enabler berbagi pengetahuan dan proses (Van den Hooff dan Van Weenen, 2004a; Van den Hooff dan VanWeenen, 2004b; Bock et al, 2005;.. Yeh et al, 2006), sementara yang lain memiliki difokuskan pada hubungan antara knowledge sharing enabler dan kinerja inovasi (Calantone et al, 2002;. Syed-Ikhsan dan Rowland, 2004).

III. Pembahasan

A. Kantor Pelayanan Pajak Pratama

Direktorat Jenderal Pajak (DJP) sejak tahun 2002 mulai berbenah diri. DJP mulai melakukan reorganisasi dan modernisasi. Hal ini dilakukan dengan melakukan penyederhanaan proses bisnis melalui penerapan teknologi informasi dan komunikasi yang ada di DJP. Proses pengurusan pajak diupayakan lebih efisien dan customer oriented, misalnya dengan penerapan sistem elektronik (e-system), seperti e-registration, e-filing, e-spt, dan e-payment. Dengan sistem ini, wajib pajak tidak perlu repot-repot harus datang ke kantor pajak karena urusan dapat diselesaikan melalui proses berbasis internet. Selain itu, muncullah suatu struktur organisasi baru yaitu Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Wajib Pajak Besar, yang merupakan KPP bagi Wajib Pajak terbesar seluruh Indonesia. Dan secara bertahap, dibentuk pula KPP Madya yang merupakan KPP bagi Wajib Pajak Besar yang ada pada masing-masing wilayah. Terakhir pada 2007, tahapan modernisasi telah dilakukan dengan membentuk Kantor Pelayanan Pajak Pratama di seluruh Indonesia.

Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama merupakan hasil peleburan tiga jenis kantor, yaitu Kantor Pelayanan Pajak (KPP), Kantor Pelayanan Pajak Bumi dan Bangunan (KPPBB) serta Kantor Pemeriksaan dan Penyidikan Pajak (Karikpa). Peleburan ini dapat meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, khususnya Wajib Pajak. Hal ini karena masyarakat yang membutuhkan semua jenis pelayanan pajak dan pemeriksaan pajak, cukup datang ke satu kantor. Konsep one stop service itulah yang melatarbelakangi peleburan tiga unit kantor pajak, tersebut, sehingga wajib pajak dapat lebih mudah dan efisien dalam menyelesaikan urusan perpajakan.

Kantor Pelayanan Pajak Pratama dipimpin oleh seorang Kepala Kantor (setingkat Eselon III) yang membawahi Kasubbag/Kepala Seksi yang terdiri dari:

  1. Sub Bagian Umum
  2. Seksi Pelayanan
  3. Seksi Pengolahan Data dan Informasi
  4. Seksi Ekstensifikasi
  5. Seksi Penagihan
  6. Seksi Pengawasan dan Konsultasi (3 – 4 seksi)
  7. Seksi Pemeriksaan
  8. Kelompok Fungsional Pemeriksa

B. Knowledge Management

Knowledge Management (Manajemen Pengetahuan) dapat diterapkan dalam organisasi, bahkan dalam suatu institusi pemerintah sekalipun, dalam hal ini adalah di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama. Di KPP Pratama, pemahaman Wajib Pajak (WP) terhadap peraturan perpajakan masih rendah dibandingkan dengan di KPP Madya atau KPP WP Besar. Hal ini mengakibatkan pegawai banyak berhubungan dengan WP, baik dalam hal pelayanan maupun konsultasi masalah perpajakan. Dalam menghadapi pertanyaan atau masalah perpajakan yang dihadapi oleh WP, tidak semua hal dikuasai oleh pegawai karena hal ini terkait dengan kompleksitas permasalahan dan banyaknya peraturan maupun kemampuan masing-masing pegawai. Para pegawai diharapkan keaktifannya untuk mencari peraturan terkait, berdiskusi, dan berbagi pengalaman untuk dapat saling memberi dan menyerap pengetahuan sesuai dengan permasalahan yang ada, sehingga saling mendapatkan pengetahuan dan dapat diimplementasikan dengan baik.

C. Sharing Knowledge Capability

Dengan peleburan kantor seperti telah disebutkan sebelumnya, pegawai pajak dituntut untuk menguasai berbagai peraturan perpajakan dan memberikan pelayanan prima kepada semua Wajib Pajak. Penyeragaman pengetahuan yang harus dimiliki setiap pegawai memerlukan adanya suatu knowledge sharing. Knowledge sharing yang ada pada struktur organisasi Direktorat Jenderal Pajak antara lain:

  1. Untuk meningkatkan kemampuan pegawai di satu bidang tertentu, pegawai harus mendapatkan pendidikan dan pelatihan (diklat). Hal ini disesuaikan dengan tingkat kebutuhan organisasi, misalnya Diklat Pengadaan Barang dan Jasa bagi pegawai di Subbag Umum, Diklat PPh Tingkat Menengah bagi pegawai di Seksi Pengawasan dan Konsultasi, Diklat Pemeriksaan bagi Fungsional Pemeriksa, dan lain sebagainya.
  2. Setelah selesai mengikuti suatu program pendidikan dan pelatihan, pegawai diharuskan untuk melakukan berbagi pengetahuan selama mengikuti diklat kepada pegawai lainnya. Saat  itu  tidak hanya materi diklat yang ditransfer, tetapi juga hal-hal lain yang  tak  diperoleh  dalam pelatihan.
  3. Pegawai harus melakukan sosialisasi terkait dengan peraturan tertentu atau apabila diminta oleh Wajib Pajak. Dengan adanya sosialisasi, terjadi adanya transfer knowledge dari petugas pajak kepada Wajib Pajak. Diharapkan dengan adanya sosialisasi tersebut kesadaran Wajib Pajak akan meningkat dan penerimaan negara yang dapat dihimpun semakin besar.
  4. Terkait dengan permasalahan yang dihadapi WP, pegawai harus memberikan respons dengan baik dan benar. Hal ini dapat diperoleh melalui peraturan yang ada maupun diskusi yang dilakukan dengan rekan satu seksi maupun seksi lainnya, dan juga hasil diskusi dengan atasannya.
  5. Terkait dengan pelayanan terhadap WP, dimana yang dihadapi adalah manusia dengan berbagai macam sifat dan karakter, maka banyak cara yang dapat digunakan untuk menghadapinya. Hal ini tidak dapat diperoleh dari literatur yang ada, tapi dapat diperoleh dari berbagi pengalaman dengan rekan-rekan yang lebih senior atau berpengalaman.
  6. Terkait dengan penerapan teknologi informasi dan komunikasi yang ada di DJP, adanya pemrosesan permohonan WP secara digital dengan Sistem Informasi DJP, ada beberapa kasus permohonan yang tidak secara rutin dilakukan (misalnya proses keberatan WP) sehingga pegawai memerlukan waktu sedikit lebih banyak dalam menyelesaikannya. Pegawai harus mengetahui peraturan terkait, urutan proses, dan sistem terkait. Hal ini dapat diperoleh baik dari membaca peraturan, video tutorial SIDJP, maupun diskusi dengan rekan yang sudah pernah melakukannya.

Dari beberapa contoh knowledge sharing yang ada di KPP Pratama, pegawai diharapkan mau bertanya dan berdiskusi untuk hal-hal yang masih menjadi pertanyaan bagi dirinya, juga memiliki kemauan untuk berbagi dengan rekan-rekan lainnya atau mempunyai sharing knowledge capability yang baik. Pegawai di tingkat pelaksana diharapkan tidak hanya sebatas know what, tapi diharapkan sampai kepada level know how, dimana level ini merupakan level aplikasi praktis dimana knowledge menambahkan nilai dalam suatu organisasi melalui kemampuan untuk menterjemahkan knowledge yang bersifat teoritis menjadi eksekusi yang efektif.

IV. Kesimpulan

Dalam suatu organisasi, diperlukan adanya kerjasama yang baik antar anggota. Dengan adanya kemauan untuk bertanya dan melakukan diskusi untuk berbagi pengetahuan, maka akan menjadikan pekerjaan lebih mudah dan cepat diselesaikan. Selain itu, diperlukan adanya komunikasi yang baik agar tidak terjadi hambatan atau kesalahan penyampaian maupun penerimaan, dalam menunjang sharing knowledge capability yang dimiliki oleh masing-masuing individu dalam organisasi.

DAFTAR PUSTAKA

Davenport, Thomas, H., and Laurence Prusak. Working Knowledge: How Organizations Manage  What They Know. Harvard Business School Press, Boston, 1998.

http://id.wikipedia.org/wiki/Manajemen_pengetahuan, diakses 25 September 2011

http://myandy.multiply.com/journal/item/200/200, diakses 25 September 2011

Lin, Hsiu-Fen. Knowledge Sharing and Firm Innovation Capability: An Empirical Study. International Journal of Manpower Vol. 28 No. 3/4. 2007. Hal. 315-332

McInerney, Claire. Knowledge Management and the Dynamic Nature of Knowledge. Journal of the American Society for Internationl Science and Technology. Vol.53, Issue 12 (Oktober 2002) Hal.1009-1018. 2002

Nonaka, Ikujiro and Takeuchi H. The Knowledge Creating Company: How Japanese Companies Create the Dynamics of Innovation. Oxford University Press. 1995.

Quinn, James, B., Philip Anderson and Sydney Finkelstein. Managing Professional Intellect: Making the Most of the Best. In Harvard Business Review on Knowledge Management. Harvard Business School Publishing. 1998.

Randeree, Ebrahim. Knowledge Management: Securing the Future. Journal of Knowledge Management. Vol.10 No.4. Hal.145-156. 2006.


[1] http://id.wikipedia.org/wiki/Manajemen_pengetahuan

[2] http://myandy.multiply.com/journal/item/200/200

[3] Hsiu-Fen Lin. Knowledge Sharing and Firm Innovation Capability: An Empirical Study

 

Untuk mengunduh file ini, silakan klik link dibawah:

Paper SKC – R. Akhmad Rival.pdf

Paper SKC – R. Akhmad Rival.docx

Comments Off on Sharing Knowledge Capability

Profile photo of akhmad46

Tugas Individu

R. Akhmad Rival

Based on lecture by Prof. Dr. Ir. Ujang Sumarwan MSc

Marketting class R-46, Master of Management, Graduate Program of Management and Business Bogor Agricultural University (Institut Pertanian Bogor-IPB), Indonesia

1. Bagaimana cara efektif untuk mengalihkan basis persaingan dilihat dari sisi produknya

Untuk mengalihkan basis persaingan dilihat dari sisi produk, perusahaan dapat melakukan diferensiasi atas produknya. Dengan demikian persaingan tidak hanya berkisar pada harga, akan tetapi lebih kepada manfaat yang dapat diterima konsumen atas produk yang dihasilkan dan dibandingkan dengan produk lain yang ada di pasar.

 2. Apakah diferensiasi dapat melepaskan kita dari persaingan harga, sehingga pelanggan tidak selalu membandingkan harga untuk membeli produk kita

Ya, dengan diferensiasi yang dimiliki sebuah produk, pelanggan akan mengetahui perbedaan dan kualitas produk dibanding produk lainnya dan mereka mau membayar lebih tinggi karena memberi manfaat penting kepada mereka.

 3. Bagaimana cara mengembangkan saluran distribusi untuk suatu usaha yang baru berdiri sehingga lebih efektif dan tidak berdampak modal yang cukup besar, sehingga perusahaan dapat berkembang dengan baik

Untuk mengembangkan saluran distribusi, ada beberapa faktor yang harus diperhatikan, antara lain:

  • Pertimbangan pasar. Harus dipertimbangkan apakah pasarnya merupakan industri dan/atau konsumen, karena akan menentukan jumlah saluran yang diperlukan.
  • Pertimbangan barang. Pertimbangan untuk barang ini meliputi nilai unit, besar dan berat barang terkait ongkos angkutnya, sifat teknis dan kekuatan barang, pemeliharaan persediaan, dan luasnya product line.
  • Pertimbangan perusahaan. Penggunaan saluran distribusi langsung atau pendek biasanya memerlukan jumlah dana yang lebih besar. Selain itu, untuk perusahaan baru biasanya lebih baik menggunakan perantara yang berpengalaman sehingga manajemen dapat mengambil pelajaran dari mereka.
  • Pertimbangan perantara. Dalam hal pemilihan perantara, beberapa hal yang patut menjadi pertimbangan adalah pelayanan yang diberikan, kegunaan, sikap perantara terhadap kebijaksanaan produsen, apakah perrantara dapat menawarkan barang dalam volume besar dan jangka waktu lama, dan ongkos yang dikeluarkan dengan menggunakan perantara.

4. Bagaimana bila kita membuat suatu produk baru yang belum diketahui atau belum lazim untuk konsumen tetapi bermanfaat

Dengan produk baru yang belum lazim, tapi mempunyai manfaat, maka produk tersebut memiliki diferensiasi dengan produk lain yang ada di pasaran. Hal yang dapat kita lakukan adalah melakukan positioning untuk membangun citra atau identitas di benak konsumen

5. Pertambahan nilai ekonomis dilihat dari kinerja pemasaran apakah dapat dilihat dari nilai kepuasan pelanggan dan loyalitas pelanggan

Dengan adanya kepuasan pelanggan dan loyalitas pelanggan, diharapkan konsumen akan melakukan pembelian kembali atas produk atau jasa yang kita hasilkan. Dengan demikian maka dapat dipastikan nilai ekonomis akan semakin besar dengan adanya kepuasan pelanggan dan loyalitas pelanggan

6. Dari balance scorecard komponen yang dinilai adalah financial, pelanggan, internal bisnis dan pembelajaran. Apakah dapat dijelaskan contoh bentuk pembelajaran yang dapat meningkatkan performance perusahaan

Bentuk pembelajaran yang dapat meningkatkan performance perusahaan antara lain dalam hal pengembangan produk. Dengan pengembangan produk, maka barang yang dihasilkan akan mempunyai nilai tambah dan secara tidak langsung dapat meningkatkan pangsa pasar yang kita miliki.

7. Bagaimana perbedaaan antara perencanaan strategis pada tingkat unit bisnis dan pada tingkat perusahaan

Perencanaan strategis di tingkat perusahaan tidak secara langsung menghasilkan nilai bagi pemegang saham, namun headquarters dapat menjadi sangat mahal dan menyerap proporsi yang penting dari nilai pemegang saham. Headquarters hanya akan menambah nilai jika dapat membuat unit bisnis menghasilkan keuntungan tambahan yang akan memperkecil biaya yang dihasilkan oleh headquarters.

Perencanaan strategis pada tingkat unit bisnis harus mengikuti proses bottom-up karena pusat korporasi memiliki sedikit pengetahuan detail tentang pelanggan dan kompetitor untuk mengembangkan pilihan yang dapat dipraktekkan. Peranan pusat korporasi adalah berrtindak sebagai katalis dan fasilitator.

8. Kapan diversifikasi produk itu dapat dijalankan dengan tepat oleh suatu perusahaan, apakah menunggu satu usaha yang utama sudah establish atau dapat langsung mengembangkan produk lain sedangkan yang utama masih berkembang juga.

Diversifikasi produk dapat dijalankan saat produk utama masih berkembang, karena akan mengurangi ketergantungan pada suatu pasar produk dan dapat memuluskan kinerja perusahaan dengan menciptakan kondisi persaingan dan siklus produk dalam pasar produk yang berbeda.

9. Dilihat dari matrik ukuran kepuasan pelanggan, mana yang lebih berbahaya bagi perusahaan, apakah tidak puas kemudian komplen atau tidak puas tidak komplen.

Jika pelanggan tidak puas kemudian komplain, maka perusahaan dapat melakukan perbaikan yang perlu untuk langkah ke depan. Yang berbahaya adalah pelanggan yang tidak puas tapi tidak komplain, sehingga perusahaan merasa ‘aman’, tidak ada yang salah/kurang dengan produk atau jasa yang ditawarkan. Yang lebih berbahaya lagi adalah jika konsumen tersebut ‘komplain’ kepada relasi/keluarga/teman-temannya, sehingga produk tersebut memiliki citra yang negatif dibanding produk lainnya yang ada di pasaran.

10. Disebutkan dengan terbentuknya brand loyalty maka akan menjadikan cost lebih irit, bagaimana biaya untuk suatu usaha menjadikan konsumen itu loyal, apakah dapat lebih kecil dari pencapaian usahanya

Biaya untuk menjadikan konsumen itu loyal adalah sama dengan biaya yang dikeluarkan untuk diferensiasi produk yang dapat menarik pelanggan, memberikan manfaat penting pada pelanggan, dan dapat memuaskan pelanggan. dengan semakin banyaknya pelanggan yang “terikat” dengan produk kita maka keuntungan perusahaan akan semakin besar. Dengan demikian biaya tersebut dapat dikatakan lebih kecil daripada pencapaian usahanya.

11. Kenapa untuk membuat atau menuju suatu ekuitas merk harus dibuat merk yang berbeda untuk tiap daerah seperti yang dilakukan Bogasari, apakah hal tersebut tidak menjadikan biaya lebih tinggi

Hal ini dinamakan individual branding, yaitu strategi pemasaran dengan memasukkan portofolio produk ke tiap produk dan memberikan merk unik. Dengan demikian setiap produk memiliki citra dan identitasnya sendiri sehingga sangat memudahkan positioning produk dan menempati segmennya masing-masing tanpa perlakuan khusus.

12. Merk popular belum tentu dikonsumsi oleh konsumen, apakah berarti tidak perlu popular tetapi banyak dikonsumsi

Memang merk yang popular belum tentu dikonsumsi oleh konsumen, akan tetapi dengan menjadi merk yang popular, maka akan meningkatkan pangsa pasar yang ada, seperti misalnya Kellog, dimana pilihan pelanggan sebesar 47% pada saat produknya tidak dikenal menjadi 59% ketika nama Kellog teridentifikasi.

13. Apakah top of mind selalu memimpin penjualan, karena terkadang top of mind bukan untuk seluruh produk perusahaan tetapi hanya satu lini produk saja

Biasanya top of mind memimpin penjualan. Hal ini dikarenakan produk sudah diasosiasikan dengan brand, sehingga untuk suatu produk, konsumen akan menyebutkan atau memilih produk top of mind.

14. Bagaimana iklan dapat mempengaruhi atau dijadikan sumber keputusan konsumen untuk membeli suatu produk

Dari sudut pandang konsumen, iklan merupakan salah satu bentuk informasi pasar. Dengan adanya iklan, akan mempengaruhi aspek kognitif dari konsumen, yang akan disimpan dalam memorinya atau alam bawah sadarnya, dan akan mempengaruhi pertimbangan dalam menentukan produk mana yang akan menjadi pilihannya.

15. Apa saja strategi umum untuk menciptakan keunggulan diferensiasi

a. Product Quality Killer. Reliabilitas (ketahanan) dan conformance (kesesuaian) yang diharapkan pelanggan untuk suatu produk tertentu

b. Product Quality Drivers. Kinerja dan durabilitas. Dengan memperbaiki kinerja, tidak akan mudah kehilangan market share dari waktu ke waktu. Suatu bisnis yang dapat mempertemukan keinginan pelanggan yang besar mengenai durabilitas, akan mudah dalam mempertahankan pelanggan lama dan menarik pelanggan baru.

c. Product Quality Enhancer. Fitur dan servis. Fitur sebagai sumber diferensiasi menjadi lebih penting karena pelanggan seringkali meminta lebih dari unsur dasar kualitas produk yang ada. Kemampuan memberi servis adalah peningkatan kualitas yang lain, kemudahan, kecepatan, dan biaya pemeliharaan/perbaikan.

d. Product Quality Aesthetics. Penampilan dan reputasi. Penampilan atau kemasan suatu produk dapat berdampak besar untuk kesuksesan produk. Reputasi perusahaan yang telah maju dapat menjadi penting di beberapa pasar.

16. Apa saja factor yang membatasi pencapaian pasar potensial

Faktor yang membatasi pencapaian pasar potensial (Best, 2005) adalah:

  • Faktor Kepedulian.
  • Faktor Ketersediaan
  • Faktor Kemampuan untuk Dipakai
  • Defisiensi Manfaat/Benefit
  • Faktor Kemampuan.

17. Apakah pemimpin pasar dapat selalu menjadi pioneer dalam menangkap pangsa pasarnya? Dan strategi apa yang lebih baik bagi pemimpin pasar antara memperluas pasar atau meningkatkan pangsa pasar dengan bersaing?

Pemimpin pasar tidak selalu dapat menjadi pioneer. Lebih baik memperluas pangsa pasar agar diagram pie pasar nya menjadi lebih besar. Karena jika hanya bersaing meningkatkan pasar melalu bersaing diagram pie pasarnya masih sama tdk semakin besar sehingga yg terjadi hanya mengambil pasar yang sudah ada dan dimiliki pesaing ttp pangsa tidak smkn besar.

18. Strategi penetrasi pasar dengan memotong harga apakah dapat efektif, dimana akan terjadi kesulitan mengatur margin dan cost

Strategi penetrasi pasar dengan memotong harga merupakan strategi yang agresif untuk mendapatkan market share atas suatu produk. Strategi ini dapat menjadi efektif, apabila produsen mampu untuk menentukan break even point dan pandai menentukan saat yang paling tepat untuk harga dimana pelanggan menerima penawaran yang dapat meningkatkan keuntungan.

19. Bagaimana cara menetapkan harga produk yang kompetitif tetapi tidak mengganggu margin dan tetap dapat bersaing

Untuk dapat menetapkan harga produk yang kompetitif, dapat dilakukan dengan cara penetapan harga berbasis biaya. Pendekatan ini bermula dari biaya dan margin yang diinginkan, kemudian harga ditetapkan dan disalurkan ke pihak ketiga yang akan me-mark up harga sesuai dengan yang mereka inginkan. Ada beberapa cara dalam pendekatan ini:

  • Floor Pricing. Ini berfungsi untuk menetapkan harga terendah yang diberikan perusahaan dan tetap mencapai financial objective, atau dapat didasari pada return on investment.
  • Cost-Plus Pricing, yaitu penentuan harga dengan penambahan biaya. Biasanya digunakan pada tahap awal siklus kehidupan produk seiring meningkatnya volume dan menurunnya ongkos perusahaan.
  • Penetration Pricing, dilakukan perusahaan-perusahaan yang fokus dalam mengembangkan volume/kuantitas. Hal ini cenderung diterapkan pada fase pertumbuhan/perkembangan produk ketika volume berkembang dengan respons tercepat terhadap harga rendah.
  • Low-Cost Leader Pricing. Biasanya terjadi pada siklus kehidupan/keberadaan barang/produk ketika diferensiasi produk berrkurang dan harga kompetitor meningkat
  • Competitive Bid Pricing. Digunakan pada pasar dimana terdapat diferensiasi produk yang sedikit atau tidak sama sekali
  • Harvest Pricing. Pada tahapan akhir siklus kehidupan/keberadaan sebuah produk, margin biasanya rendah dan volumenya datar atau menurun. Berdasarkan biaya dan kebutuhan margin yang lebih tinggi, perusahaan akan menaikkan harga sebagai antisipasi berkurangnya volume.

20. Apa saja faktor penentu tingkat persaingan industry

Faktor penentu tingkat perrsaingan industri adalah:

  • Pesaing-pesaing industri (industry competitor). Ancaman dari kekuatan persaingan segmen yang ketat dan banyaknya pesaing yang agresif menjadikan suatu pasar (segmen pasar) kurnag menarik atau tidak menarik.
  • Pendatang baru potensial (potential entrans). Pendatang baru atau produk baru bagi suatu industri membawa kapasitas baru, meramaikan persaingan, memperoleh pangsa pasar dan posisi bersaing serta sering juga membawa pendekatan pemasaran baru yang lebih memuaskan pelanggan.
  • Produk-produk pengganti (substitutes). Produk pengganti adalah produk-produk yang menjalankan fungsi yang sama. Segmen pasar menjadi tidak menarik jika terdapat banyak produk substitusi yang senantiasa membatasi harga dan laba.
  • Pembeli (buyers). Ancaman datang dari peningkatan kekuatan posisi tawar pembeli, dimana pasar menjadi tidak menarik jika pembeli memiliki (potensi) posisi tawar yang kuat atau meningkat.
  • Pemasok (suppliers). Ancaman datang dari peningkatan kekuatan posisi tawar pemasok, dimana pasar menjadi tidak menarik jika pemasok memiliki (potensi) posisi tawar yang kuat atau meningkat seperti dominan mengendalikan harga, kualitas, dan kuantitas yang meeka pasok.

21. Bagaimana tahapan pengenalan merk untuk suatu usaha baru

Manajemen merk memfokuskan pada penciptaan nilai tambah yang dirasakan dan ditawarkan perusahaan kepada pelanggan. manajer melakukan hal inin dengan membentuk identitas merk. Citra merk aadalah apa yang dirasakan oleh pelanggan, sedangkan identitas merk adalah pesan tentang merk yang diinginkan petugas pemasaran untuk dirasakan oleh pelanggan. proses komunikasi merk ini sebagaimana pada gambar berikut:

22. Jumlah pengulangan iklan harus terlewati sehingga efektif, tetapi kapan kita dapat mengetahui atau menyimpulkan bahwa pengulangan itu efektif atau iklan tersebut gagal

Untuk mengukur efisiensi dan keefektifan iklan, dapat diukur dengan beberapa tools dengan tujuan agar kita dapat mengetahui apakah iklan dan promosi yang dilakukan sudah tepat. Seperti mengetahui besaran GRP, Elastisitas Iklan, Impresi, serta CPM.

23. Bagaimana cara menstimulus perilaku konsumen dengan efektif untuk jenis konsumen yang beragam

Untuk dapat menstimulus perilaku konsumen yang beragam dapat dilakukan dengan berbagai bentuk, antara lain iklan yang mudah diingat dan diketahui orang banyak, promosi penjualan, hubungan masyarakat, penjualan perseorangan, dan respons langsung.

24. Bagaimana efektivitas promosi melalui sebuah event atau acara yang bersifat entertainment atau olah raga, bagaimana sifat promosi atau iklan tersebut

Dengan melakukan promosi melalui even atau acara yang bersifat entertainment atau olahraga, capaian target konsumen dapat langsung diketahui, minimal sebesar jumlah pengunjung even tersebut. Dan dengan sifatnya yang mendekatkan produk atau bahkan perusahaan itu sendiri langsung kepada konsumen, dengan even yang diusungnya, dapat menciptakan segmen pasar tertentu yang bahkan bisa menyebabkan konsumen yang loyal. Jadi efektivitas promosi melalui suatu even atau acara tersebut sangat efektif.

25. Bagaimana strategi yang baik untuk suatu usaha yang baru berkembang, apakah jumlah pasar yang besar atau tingkat margin yang tinggi

Strategi untuk suatu usaha yang baru berkembang adalah dengan jumlah pasar yang besar. Dengan demikian perusahaan dapat melakukan penetrasi pasar yang dapat mendorong pertumbuhan penjualan atau sales dan meluaskan total populasi pemakai.

Comments Off on Tugas Individu

Profile photo of akhmad46

Chocolate Wars

R. Akhmad Rival

Based on lecture by Prof. Dr. Ir. Ujang Sumarwan MSc

Marketting class R-46, Master of Management, Graduate Program of Management and Business Bogor Agricultural University (Institut Pertanian Bogor-IPB), Indonesia

Berdasarkan analisa mengenai kasus pada “Chocolate War”,  antara Heskey dan M&M dan analisis berdasarkan buku Manajemen Pemasaran Strategik, mengenai Bab 7. Pemasaran Strategis untuk Pertumbuhan Perusahaan dan Penciptaan Nilai bagi Pemegang Saham dan Bab 8. Perencanaan Pasar Strategis, didapatkan hasil sebagai berikut:

Bab 7. Pemasaran Strategis untuk Pertumbuhan Perusahaan dan Penciptaan Nilai bagi Pemegang Saham. Poin-poin yang akan di bahas adalah:

  1. Keputusan produk. Pada awalnya, Hershey berusaha dalam industri karamel. Ia memutuskan untuk beralih ke industri coklat setelah melihat pameran pembuatan coklat dari Jerman. Pada saat itu hanya sedikit orang Amerika yang pernah merasakan coklat, apalagi coklat dengan susu. Hershey berhasil membuat coklat yang dikenal dengan selera Amerika. Setelah itu mulai diikuti produk lainnya dengan inovasi baru. Saat Hershey memproduksi coklat dalam batang, muncul Mars dengan produk yang hampir sama tetapi dalam bentuk keping.
  2. Fokus Strategi. Menetapkan arah pemasaran dengan cara meningkatkan penjualan dan meningkatkan produktivitas
  3. Keputusan harga. Harga coklat Hershey berkisar $1 sementara coklat lain bisa $3 satu pak.
  4. Keputusan promosi. M&M merupakan perusahaan pertama yang melakukan promosi melalui iklan dan membuat ikon kartun untuk produknya, serta melakukan pemasaran door to door. Hershey mau tak mau akhirnya melakukan promosi melalui iklan juga.
  5. Target kompetitor. Setelah kemunculan M&M, Hershey dan M&M saling menjadi pesaing. Masing-masing pihak berusaha untuk memahami kompetitornya dan mulai menentukan rencana untuk mengantisipasi dan merespons ancaman pesaing.
  6. Target konsumen. Hershey berhasil memikat hati rakyat Amerika sebagai Selain konsumen masyarakat biasa, Hershey dan Mars melakukan pengadaan cokelat untuk militer yang berperang pada saat perang dunia. Konsumen militer ini merupakan pasar yang besar sehingga diperebutkan oleh Hershey dan M&M’s.

 

Bab 8. Perencanaan Pasar Strategis

Perusahaan Hershey yang memproduksi coklat awalnya merupakan usaha keluarga. Usahanya diawali dengan pembuatan karamel. Milton Hershey memulai usaha coklat di Amerika yang sebelumnya kurang dikenal di Amerika. Beliau berhasil membuat coklat dengan selera Amerika. Awalnya pemasaran dilakukan secara tradisional. Berbagai perubahan dalam proses produksi menghasilkan kuantitas yang makin besar.

Pabrik cokelat Hershey selesai dibangun tahun 1905, dan dilengkapi dengan teknik produksi permen cokelat secara massal. Pabrik cokelat Hershey dekat dengan sumber susu karena berada di tengah-tengah daerah peternakan. Selain itu Hershey membangun infrastruktur seperti transportasi, perumahan, toko-toko, gereja, dan mendirikan sekolah. Hershey terus bereksperimen dan menyempurnakan proses pembuatan cokelat susu dan berhasil memproduksi berbagai macam jenis coklat.

M&M merupakan perusahaan yang berdiri dan dipelopori oleh salah satu petinggi di Hershey. M&M mendapatkan bahan baku cokelat dari Hershey, bahkan menjadi pelanggan terbesar dari Hershey. M&M mencoba untuk memproduksi bahan baku coklat sendiri. M&M memiliki perencanaan pasar strategis dengan memberikan cokelat-cokelat dengan warna-warna yang lebih menarik dan inovasi pada produknya yang lebih bervariatif. M&M bahkan membuat iklan dan tokoh kartun yang berhasil meningkatkan penjualan coklatnya dan memiliki tempat di hati konsumennya.

Hershey menjawab persaingan itu dengan mencoba menjadi salah satu sponsor dalam film ET garapan sutradara Steven Spielberg. Film itu menuai sukses begitu juga dengan coklat Hershey, padahal sebelumnya film itu ditolak untuk disponsori oleh M&M.

Comments Off on Chocolate Wars

Profile photo of akhmad46

Smith&Nephew – Innovex

R. Akhmad Rival

Based on Lecture by Prof. Dr. Ir. Ujang Sumarwan, MSc

Marketing Class R46 Master of Management Graduate Program of Management and Business Bogor Agricultural University (Institut Pertanian Bogor – IPB) Indonesia

Pertanyaan:

Saat ini, Sales Representative yang dimiliki Smith&Nephew berjumlah 18 dengan keuntungan sebesar 130 juta peseta. Apakah akan efektif jika Sales Representative ditambah menjadi 40 orang? Apa hubungannya?

Jawaban:

Dengan Sales Representative yang berjumlah 18 orang, perusahaan mendapatkan keuntungan sebesar 130 juta peseta. Akan tetapi, penjualan tersebut didapatkan hanya dari Sales Representative yang mengunjungi Rumah Sakit. Untuk Primary Care Center yang ada, belum dapat ditangani dengan baik. Dengan tambahan Sales Representative menjadi 40 orang, diharapkan Primary Care Center dapat dikunjungi oleh Sales Representative sehingga pada akhirnya meningkatkan penjualan dan keuntungan yang dapat diperoleh perusahaan.

Comments Off on Smith&Nephew – Innovex

Profile photo of akhmad46

Todays Lecturer : CEO Exchange

R. Akhmad Rival

Based on lecture by Prof. Dr. Ir. Ujang Sumarwan MSc

Marketting class R-46, Master of Management, Graduate Program of Management and Business Bogor Agricultural University (Institut Pertanian Bogor-IPB), Indonesia

Todays Lecturer : CEO Exchange

Jeffrey R Immelt (CEO GE)

“untuk menjadi sukses, harus bisa jujur tentang diri anda sendiri dan perasaan anda terhadap pekerjaan”

Irene B Rosenfeld (CEO Kraft foods)

“Melakukan pekerjaan dengan passion

Comments Off on Todays Lecturer : CEO Exchange

Profile photo of akhmad46

PRODUCT STRATEGY

R. Akhmad Rival

Based on Lecture by Prof. Dr. Ir. Ujang Sumarwan, MSc

Marketing Class R46 Master of Management Graduate Program of Management and Business Bogor Agricultural University (Institut Pertanian Bogor – IPB) Indonesia

Dalam menghadapi era globalisasi, dunia usaha menghadapi persaingan yang sama sekali berbeda. Dalam setiap aspek dibanjiri produk/jasa dari luar. Industri kesehatan tak lepas dari persaingan ini. Banyak rumah sakit di Indonesia, tapi  banyak pula orang yang sakit/pasien yang berobat ke luar negeri, padahal untuk penyakit tersebut dapat ditangani oleh rumah sakit di dalam negeri. Apa yang menyebabkan hal tersebut? Apakah bisa rumah sakit dalam negeri menjawab tantangan globalisasi?

Jawabnya adalah Rumah Sakit Bunda Medika. RS ini mempunyai spesialisasi dalam klinik bayi tabung, dimana 50% pasien/kliennya adalah dari luar negeri. Pihak RS telah menyadari pentingnya fungsi pemasaran dalam membangun citranya.

Terkait dengan materi kuliah Manajemen Pemasaran, hal ini dapat dikaitkan dengan Marketing Mix, 4P = 4C, dimana:

–          Product = Customer Solution à produk itu tidak hanya sekedar barang/jasa, tapi apakah produk itu dapat memecahkan problem yang dihadapi oleh konsumen

–          Price = Customer Cost à konsumen akan mempertimbangkan antara cost dan benefit yang dapat diperoleh

–          Promotion = Communication à hal ini dilakukan agar konsumen mengenal lebih jauh produk/jasa yang ditawarkan

–          Place = Convenience à bagaimana konsumen dapat memperoleh barang/jasa tersebut dengan mudah dan nyaman

 

Comments Off on PRODUCT STRATEGY

Profile photo of akhmad46

Download Tugas Storage Devices

Tugas Storage

Tugas Storage.pdf

Comments Off on Download Tugas Storage Devices

Profile photo of akhmad46

STORAGE DEVICES

Semenjak diperkenalkannya komputer modern pada tahun 1940, komputer terus berkembang dengan sangat pesat, baik perangkat keras maupun perangkat lunaknya. Perkembangan ini dipicu antara lain oleh perbandingan antara biaya dan kemampuan, sistem penyimpanan yang bervariasi, dan cara bagaimana user mengorganisir datanya.

Sistem komputer terdiri dari empat komponen perangkat keras, yaitu central processing unit (CPU), primary storage/memori utama, secondary storage/memori sekunder, dan input-output devices yang berhubungan dengan pengguna.

Computer data storage, sering disebut storage atau memory, merujuk kepada komponen komputer dan media penyimpanan yang menyimpan data digital yang digunakan dalam interval waktu tertentu. Dalam penggunaan istilah saat ini, memory merujuk kepada bentuk penyimpanan semikonduktor yang dikenal dengan Primary Storage (Memori Utama) dan Secondary Storage (Memori Sekunder). Yang dimaksud primary storage misalnya Random-Access Memory (RAM), yaitu memory yang dapat digunakan sebagai tempat penyimpanan data dan program sementara sewaktu digunakan oleh prosesor. Jika komputer atau aliran listrik dimatikan, maka data dan program di RAM akan hilang (volatile). Kecepatan membaca data RAM ini lebih cepat jika dibandingkan dengan Harddisk. Sedangkan yang termasuk secondary storage biasanya merujuk pada media penyimpanan yang media penyimpanan tersebut tidak diakses langsung oleh CPU. Secondary storage atau yang biasa juga disebut external storage, adalah storage yang terpisah atau tidak berhubungan langsung dengan Central Processing Unit (CPU). Kelemahan dari memori utama adalah tidak dapat menyimpan data yang permanen dan kapasitas penyimpanannya terbatas, sehingga diciptakanlah memori sekunder. Data pada memori sekunder adalah data yang sebelum dan sesudah diproses oleh komputer. Memori sekunder digunakan untuk menyimpan atau menampung data yang lebih besar dan pemanen, bisa juga dikatakan sebagai back-up dari memori utama.

Pada awal 1950, kebutuhan akan kemampuan penyimpanan yang lebih besar meningkat dengan pesat. Hal ini dikarenakan adanya data digital yang sangat besar termasuk grafis, audio, dan media video.

Dibawah ini akan dipaparkan tentang media penyimpanan, baik yang magnetik maupun optikal.
1. Pita Magnetik (Magnetic Tapes)

Bidang elektromagnetik mempunyai peranan yang penting dalam industri komputer. Sejarah tentang magnetic recording dimulai saat Valdemar Poulsen, seorang ahli fisika Denmark mematenkan “Method of Recording Sounds or Signals” pada tahun 1899, dimana beliau menemukan alat perekam suara magnetik yang dinamakan telegraphone.

Perekam magnetik menggunakan kawat baja akhirnya tergantikan dengan lapisan plastik tipis yang berlapis material bermagnet.

Pita Magnetik digunakan untuk membaca dan menulis data dari dan ke pita magnit melalui read / write head, dimana proses menulis pada pita magnit sifatnya destructive, yaitu bila data baru ditulis maka data yang lama akan langsung terhapus. Sedangkan proses membaca dari pita magnit adalah bersifat non-destructive, yaitu sesudah dibaca pita magnetik masih berisi data yang sama sebelum dibaca. Pita magnetik merupakan salah satu jenis memori sekunder yang digunakan untuk penyimpanan offline yang besar. Pita magnetik juga berfungsi sebagai media transfer data yang paling sederhana antara mesin-mesin yang tidak mempunyai sambungan komunikasi secara langsung.

Magnetic tape di akses dan di proses dengan cara sequential atau berurutan. Sequential merupakan cara yang paling dasar untuk mengorganisasikan kumpulan record-record dalam sebuah berkas. Pada tahun 1950 magnetic tape pertama kali digunakan oleh komputer UNIVAC dan IBM. Magnetic tape dibuat dari bahan plastik tipis yang dilapisi oleh magnet iron oxide berwarna merah kecoklatan. Magnetic tape adalah model pertama dari secondary memory. Tape ini digunakan untuk merekam audio, video dan untuk menyimpan informasi berupa sinyal komputer. Tape ini dipakai untuk alat input/output dimana informasi dimasukkan ke CPU dari tape dan informasi diambil dari CPU lalu disimpan pada tape lainnya. Panjang tape pada umumnya 2400 feet, lebarnya 0.5 inch dan tebalnya 2 mm. Data disimpan dalam bintik kecil yang bermagnit dan tidak tampak pada bahan plastik yang dilapisi ferroksida. Flexible plastiknya disebut mylar, mekanisme aksesnya atau alat untuk mebaca dan menulis magnetic tape adalah Tape Drive.

Metode kerja dari magnetic tape adalah data direkam secara digit pada media tape sebagai titik-titik magnetisasi pada lapisan ferroksida. Magnetisasi positif menyatakan 1 bit, sedangkan magnetisasi negatif menyatakan 0 bit atau sebaliknya. Tapi pada kenyataannya hasil rekaman pada video atau film kurang memiliki hasil bagus pada magnetic tape. Jenis dari magnetic tape sendiri ada beberapa jenis yaitu:

a. REEL TO REEL TAPE

Merupakan bentuk magnetic tape tertua, alat ini mempunyai ukuran lebar 0,5 inci dan panjangnya mencapai 2.400 feet. Jika 1 feet 12 inci, maka 2.400 feet berarti 28.800 inci atau sama dengan 731,52 meter. Biasanya mempunyai density atau tingkat kerapatan hingga 6.250 bit per inci. Setiap reel pita magnetic terdapat dua daerah yang tidak digunakan untuk merekam data yang disebut dengan leader.

b. CARTRIDGE TAPE

Cartridge tape dibuat untuk menyimpan hasil dari suatu backup dari file ke disk. Banyak digunakan untuk komputer mini. Untuk menggunakannya dibutuhkan cartridge tape unit.

c. CASETTE TAPE

Banyak digunakan di komputer mikro. Selain untuk merekam lagu cassette tape dapat digunakan untuk merekam sinyal berbentuk bilangan binary. Suatu teknik untuk mewakili bilangan biner di cassette tape disebut dengan FSK (Frequency Shift Keying). Untuk menggunakannya dibutuhkan tape recorder biasa.

 

2. Floppy disk (diskette)


Floppy disk drive (diskette) mulai diperkenalkan sekitar tahun 1970, yang digunakan untuk menyimpan microcode dan diagnostics untuk sistem komputer mainframe IBM yang besar. Disk drive ini menggunakan floppy diskettes ukuran 8 inci yang direkam hanya satu sisi. Dengan mengubah diskettes dalam floppy drive, teknisi dengan mudah memperbaharui microcode atau load diagnostik. Kapasitas dari drive tersebut kurang dari 100 kilobytes.

Pada 1973, dikembangkan drive ukuran 8 inci dengan kemampuan read/write dan kapasitasnya sekitar 250 kilobytes. Seiring berjalannya waktu, para desainer mempelajari bagaimana agar dapat malakukan record pada dua sisi sehingga meningkatkan jumlah data yang dapat disimpan pada sebuah diskette.

Pada 1976 Shugart Associates memperkenalkan floppy drives dengan ukuran 5,25 inci. Dalam usaha kerjasama, Dysan Corporation memproduksi floppy diskettes 5,25 inci yang fleksibel. Sejatinya, drives tersebut hanya tersedia dalam single-sided low density format, dan sama seperti versi sebelumnya, hanya mempunyai kapasitas sebesar 100 kilobytes. Kemudian terjadilah pengembangan sehingga floppy drive 5,25 inci menjadi double-sided, “double density” dengan kapasitas sekitar 1,2 megabytes. Drive ini digunakan di IBM-AT personal komputer.

Floppy drives dan diskettes modern (3,5 inci) telah mengalami perkembangan dengan ukuran yang lebih kecil tapi kapasitas yang besar. Pada 1980, floppy drive dan diskette 3,5 inci diperkenalkan oleh Sony. Pada awal 1980-an banyak format yang berusaha menyaingi drives 3,5 inci. Tapi dunia industri telah sesuai dengan format 3,5 inci yang menjadi standar dan diproduksi oleh banyak perusahaan. Saat ini diskette 3,5 inci mempunyai kapasitas 1,44 megabytes, dengan menggunakan teknologi dasar yang sama dengan drives 8 inci generasi kedua.

Faktor utama pengurangan ukuran dan biaya dari floppy adalah pengenalan dan pengembangan personal komputer. Dengan cepat, floppy menjadi metode standar dalam pertukaran data personal komputer dan penyimpanan data selain pada hard drive. Floppy diskettes dengan ukuran yang kecil, murah, mudah didapat, mudah disimpan, dan mempunyai masa pakai yang baik jika disimpan dengan benar.

Secara fisik, disket terbuat dari lempengan plastik mylar (plastik tipis yang dilapisi bahan magnectic dan pada bagian atasnya diberi lapisan Iron Oxide) yang berbentuk bundar sebagai tempat untuk menyimpan guratan-guratan data. Untuk menjaga agar data ataupun program yang tersimpan didalam disket tetap terjaga kebersihannya, disket kemudian dibungkus oleh karton yang berbentuk segi empat. Floppy disk lebih murah harganya daripada hard disk, karena putarannya lebih lambat pada saat membaca atau menulis data. Floppy disk lebih rentan terhadap gesekan di permukaan magnetiknya.

Untuk melakukan pembacaan ataupun penulisan, disket harus dimasukkan kedalam sebuah drive, drive ini kemudian disebut sebagai disket-drive. Pada setiap drive yang ada, telah berisi sebuah shaft dan sebuah drive motor yang berfungsi untuk memutar disket dengan kecepatan sekitar 360 hingga 500 rpm.

Sebuah sinyal elektronik yang datang dari sistem kontrol, akan menyebabkan read/write head yang berfungsi untuk melakukan pembacaan/penulisan untuk terus bergerak diatas permukaan disket yang sedang berputar guna melakukan pembacaan/ penulisan.

Bagian-bagian dari disket adalah :

  1. Stress relief cutouts, berfungsi untuk membuka/tutup pengait drive.
  2. Read/Write Windows, merupakan jendela yang digunakan untuk membaca dan menulis dari mekanisme drive.
  3. Hub ring, berfungsi sebagai pegangan untuk memutar disket.
  4. Index Hole, apabila lubang yag ada pada karton/cover menumpuk dengan lubang pada disket, menandakan posisi sector 0.
  5. Write, lubang ini apabila dalam posisi terbuka, maka disket bisa dibaca dan ditulis; Apabila tertutup maka disket hanya bisa dibaca saja.
  6. Label, digunakan untuk menulis nama pemilik disket ataupun nama program/data yang tersimpan didalamnya.

Tempat yang ada didalam disket terbagi menjadi beberapa track, dan setiap track akan terbagi menjadi beberapa sector. Sector merupakan bagian terkecil dimana data disimpan. Dalam hal ini, setiap sector sanggup menampung hingga 256 charakter. Setiap sector selalu ditandai dengan sebuah address sector, sehingga read/write head dengan cepat dapat menemukan data yang dimaksud. Jumlah sector untuk setiap track tidak sama, tergantung jenis komputer yang digunakan.

Disket yang masih baru harus di-format terlebih dahulu baru bisa digunakan. dari format ini, akan dihasilkan suatu nomor sector yang tersusun secara berurutan, sehingga read/write head bisa menemukan data yang tersimpan. Selain itu, pihak pemakai juga bisa memperkirakan data yang akan disimpan.

Secara fisik, disket mempunyai ukuran: 8 inchi, 5.25 inchi dan 3.5 inchi, walaupun begitu, kapasitas disket tidak diukur secara fisik. Kapasitas disket bisa dilihat dari label yang tertulis, misalnya: DD (Double Density), untuk disket 5.25 inchi mempunyai kapasitas 360 KB, dan disket 3.50 inchi mempunyai kapasitas 720 . Disket dengan label HD (High Density) untuk ukuran 5.25 inchi kapasitasnya 1.2 MB, dan untuk dikset 3.50 inchi kapasitasnya 1.4 MB. Disamping itu, disket ukuran 3.50 inchi ada yang berlabel ED (Enchanced High Density), mempunyai kapasitas 2.8 MB, tetapi belum umum digunakan.

Pengertian density bisa diartikan sebagai kerapatan dalam menyimpan data, sehingga semakin tinggi density yang dimiliki oleh sebuah disket, maka daya tampung yang dimilikinya juga semakin tinggi.

Karena data yang tersimpan dalam bentuk guratan-guratan magnetic, disket harus diperlakukan secara hati-hati. Disket harus terhindar dari panas, magnit, lengkungan, sentuhan langsung, kotoran ataupun penulisan label secara langsung dengan menggunakan alat-alat yang tajam/runcing.

3. Zip Drive


Zip drive (disk Zip) merupakan sistem penyimpanan dalam bentuk disk berukuran menengah, yang diperkenalkan oleh Iomega pada akhir 1994. Awalnya, disk Zip memiliki kapasitas 100 MB, tetapi kemudian ditingkatkan menjadi 250 MB dan kemudian menjadi 750 MB.

Format ini menjadi yang paling populer di antara produk-produk jenis super-floppy tetapi tidak pernah mencapai status standar untuk menggantikan floppy disk 3,5 inci. Kemudian, CD-RW menggantikan posisi disk Zip, dan perekam CD internal dan eksternal Zip-650 atau Zip-CD tersebut dijual dengan merek Zip.

Zip sistem yang dikembangkan dari sistem Bernoulli Box buatan Iomega; di kedua sistem, satu set alat pembaca / penulis yang terpasang pada linear aktuator melayang di atas sebuah floppy disk yang berputar cepat dan terpasang pada poros yang kokoh. Linear aktuator tersebut menggunakan teknologi voice coil actuation, seperti pada hard drive modern. Zip disk menggunakan media yang lebih kecil (sekitar ukuran 9cm atau 3½”) microfloppy, bukan Compact Disk seperti sistem Bernoulli), dan desain yang lebih sederhana untuk menekan biaya keseluruhan.

Sistem ini menghasilkan disk yang memiliki semua kenyamanan dari floppy 9 cm (3 ½ “), tapi dengan kapasitas perekaman data lebih banyak, dan kinerja yang jauh lebih cepat dibanding floppy drive standar (walaupun tidak secara langsung bersaing dengan hard drive). Zip drive yang asli memiliki kecepatan transfer data dari sekitar 1 megabyte / detik dan kecepatan pencarian rata-rata 28 milidetik, dibandingkan dengan floppy 1,44 MB standar yang memiliki 500kbit/s (62,5 kB/s) kecepatan transfer dan beberapa ratus milidetik untuk rata-rata kecepatan pencarian. Saat ini rata-rata kecepatan pencarian hard drive 7200 RPM sekitar 8.5-9 ms.

Zip drive generasi awal bersaing langsung dengan SuperDisk atau LS-120 drive, yang menampung 20% lebih banyak data dan juga dapat membaca disket standar 3½” 1,44 MB, tetapi mempunyai kecepatan transfer data yang lebih rendah karena kecepatan putarannya juga rendah. Persaingan antara keduanya berakhir dengan munculnya era USB.

 

4. Flash Disk

Penemuan Flash Memory (NOR dan NAND) oleh Dr Fujio Masuoka tahun 1984 ketika sedang bekerja pada Toshiba sedangkan nama flash sendiri diberikan oleh koleganya yaitu Mr. Shoji Ariizumi. Type flash chip type NOR yang diperdagangkan dikenalkan oleh intel pada tahun 1988. NOR flash adalah flash dasar yang membutuhkan waktu yang cukup lama dalam menghapus dan menulis, tetapi menyediakan alamat penuh dan jalur data, memberikan akses secara acak terhadap semua lokasi memori. Tetapi sangat bagus untuk menggantikan ROM model lama, dimana memungkinkan untuk mengupdate kode program yang tersimpan. Contoh adalah BIOS. NAND flash di announced oleh Toshiba pada tahun 1989, dimana bisa melakukan proses penghapusan dan penulisan yang lebih cepat, membutuhkan tempat yang kecil untuk chip per selnya. Dengan bertambahnya kapasitas tetapi biaya bisa ditekan menyebabkan flash tipe ini cocok digunakan untuk secondary storage.

Flash Disk adalah piranti penyimpan dari floppy drive jenis lain dengan menggunakan kabel interface jenis USB (Universal Serial Bus). Flash drive ini bisa dibaca dan ditulis, sangat praktis dan ringan dengan ukuran berkisar 50 x 15 x 6 mm. Bahkan untuk saat ini, ukurannya semakin kecil dengan kapasitas yang jauh lebih besar, hingga mencapai 1 TB.

Untuk penyimpan data biasa, sumber tenaga diambil langsung melalui USB yang dikoneksi ke PC, secara otomatis di layar monitor akan menyala dan dan menampilkan pesan pada layar yang memberitahukan bahwa koneksi sedang berlangsung antara flash drive dengan PC.

USB flash drive memiliki banyak kelebihan dibandingkan alat penyimpanan data lainnya, khususnya disket. Alat ini lebih cepat, kecil, dengan kapasitas lebih besar, serta lebih dapat diandalkan daripada disket (karena tidak memiliki bagian yang bergerak).

5. Hard Disk

Biasa disebut juga dengan cakram keras berbentuk piringan hitam terbuat dari alumunium dan dilapisi bahan magnetic. Hard disk sudah menjadi komponen utama dari PC untuk sistem operasi. Komponen-komponen bagian hard disk terdiri dari sebuah jarum untuk membaca data di cakram. Mempunyai kapasitas yang jauh lebih besar dari floppy disk. Kecepatan putarannya bervariasi, ada yang 5400 putaran per menit bahkan ada yang sampai 7200 putaran per menit. Kemampuan sebuah hardisk biasanya ditentukan oleh banyaknya data yang bisa disimpan. Besarnya bervariasi, mulai dari puluhan GB hingga 2 TB. 1 TB sama dengan 1000 GB, 1 GBsama dengan 1000 MB, sedangkan 1 MB sama dengan 1000 KB.

Spesifikasi Kinerja Hard Disk:

Kecepatan Putar dari Platter (piringan), mempunyai penggerak 5400,7200, 10000 sampai 15000 Rpm, sehingga semakin besar kapasitas penggeraknya semakin cepat platter dari suatu hard disk berputar akan semakin baik dan cepat dalam proses baca dan tulis (simpan)data.

Kecepatan Waktu (seek time), adalah waktu yang dibutuhkan dalam satuan millisecond oleh hard disk untuk memindahkan head-nya dari sebuah track ke track berikutnya dan memindahkan head-nya darisebuah track terluar ke track terdalam untuk membandingkan perpindahan head dalam hard disk.

Untuk spesifikasi seek time dikenal dengan istilah:

o Average Seek Time, yaitu nilai rata-rata dari seek time paling tinggi dan seek time paling rendah.

o Track to Track Seek Time, yaitu waktu yang dibutuhkan oleh harddisk untuk memindahkan head-nya dari sebuah track ke track berikutnya yang bersebelahan

o Full Stroke Seek Time, yaitu waktu yang dibutuhkan untuk memindahkan head antara track terdalam dengan track terluar.

o Areal Density, adalah banyaknya data yang disimpan untuk suatu daerah dengan ukuran tertentu.

o Latency, adalah waktu yang dibutuhkan hard disk dalam memindahkan head-nya untuk membuat sektor yang diinginkan berada tepat dibawah head. Setelah membutuhkan seek time pada saat head tiba di track, lokasi sektor yang diinginkan itu letaknya berdekatan dengan lokasi head dan sebentar lagi sektor tersebut akan melewati head tersebut.

o Head Switch Time, adalah waktu yang diperlukan hard disk untuk men-switch head ketika menulis file yang besar pada sebuah cylinder tanpa perpindahan head ke cylinder lain.

o Access Time, adalah waktu yang dibutuhkan hard disk dalam menunjukkan Total Delay antara dimulainya operasi baca / tulis dengan waktu sebelum hard disk membaca / menulis, bisa juga dikatakan Access Time adalah Average Seek Time ditambah dengan Average Latency.

o Direct Access, proses pengambilan data tertentu (retrieval) yang sangat cepat karena dapat langsung menuju ke data yang dimaksud.

 

Jenis – Jenis Hard Disk:

o Disk ATA / EIDE, hard disk dengan tipe EIDE (Enhanced IntegratedDrive Electronic) atau tipe ATA (Advanced Technology Attachment) adalah standar versi terbaru suatu antar muka disk yang sesuai untuk koneksi ke bus, Banyak produsen disk memiliki rentang disk dengan antar muka EIDE / ATA, disk semacam itu dapat dihubungkan langsung ke bus PCI, yang digunakan pada banyak PC (personal computer). Keuntungan drive EIDE / ATA yang signifikan adalah harganya yang cukup murah, karena penggunaannya di pasaran PC. Salah satu kekurangan utamanya adalah diperlukan kontroler terpisah untuk tiap drive jika dua drive digunakan bersamaan untuk meningkatkan performa. Salah satu produsen chip yang terkenal sudah menyertakan kontroler yang memungkinkan disk EIDE / ATA dihubungkan langsung ke motherboard.

o Disk SCSI, banyak disk memiliki antar muka yang didesain untuk koneksi ke bus SCSI standar. Disk tersebut cenderung lebih mahal, tetapi mempunyai performa yang lebih baik, yang dimungkinkan karena kelebihan bus SCSI daripada bus PCI.

Akses yang bersamaan dapat dilakukan ke banyak disk drive karena antar muka drive secara aktif dihubungkan ke bus SCSI hanya pada saat drive tersebut siap untuk transfer data. Hal ini terutama berguna dalam aplikasi dimana terdapat sejumlah besar request untuk file kecil, yang sering terjadi dalam komputer yang digunakan sebagai file server.

o Disk RAID, menjanjikan performa yang luar biasa dan menyediakan penyimpanan yang besar dan handal. Disk tersebut digunakan baik dalam komputer performa tinggi atau dalam sistem yang memerlukan keandalan yang lebih tingi dari tingkat normal. Akan tetapi, dengan semakin menurunnya harga ke tingkat yang lebih terjangkau, disk tersebut menjadi lebih menarik bahkan untuk sistem komputer dengan ukuran rata – rata.

o Disk SATA, hard disk dengan tipe SATA (Serial Advanced Technology Attachment), yaitu interface disk ATA (Advanced Technology Attachment) dengan versi Serialnya menggunakan kabel tipis yang memiliki total kabel kecil sekitar dua pertiga dari total kabel harddisk dengan tipe EIDE atau ATA disk yang berjumlah 39 pins dan SATA mempunyai kecepatan pengiriman data sangat tinggi serta mengurani latensi. Sehingga bus serial inimampu melebihi kecepatan bus paralel.

SATA dalam mentransfer data secara berurutan atau serial lewat kabelnya dan juga secara teknik SATA menyusun sendiri disk yang tersambung ke dalam motherboard tanpa adanya sistem master ataupun slave, sehingga kabel SATA hanya dapat digunakan pada satu hard disk.

Tipe hard disk yang telah dibahas ini, semuanya masuk dalam kategori internal hard disk, maksudnya yang diinstall di dalam CPU. Selain internal hard disk ada juga eksternal harddisk (hard disk yang berada diluar CPU), jadi bisa dipindah – pindahkan.

Eksternal hard disk mempunyai kecepatan rotasi 7200 rpm, pemasangannya sangat mudah, tidak perlu membongkar PC dan hanya dengan menghubungkan port USB ke PC.

6. Disk Optik (Optical Disk)

Media optik yang ada saat ini adalah berbentuk CD (CompactDisk). CD terbuat dari plat alumunium yang dapat dilapisi dengan bahan – bahan chrome yang mengkilat dan tidak menggunakan bahan magnetic melainkan bahan yang dapat memantulkan cahaya. Compact disk pertama lazim digunakan dalam sistem audio, merupakan aplikasi pertama dari teknologi ini. Setelahnya, teknologi optik diadaptasi ke lingkungan komputer untuk menyediakan penyimpanan read only kapasitas tinggi yang disebut CD ROM.

Generasi CD pertama kali diperkenalkan pada tahun 1982 oleh Philips dan Sony, yang juga mempublikasikan spesifikasi lengkap perangkat tersebut. CD tersebut merupakan audio CD, yaitu digital audio. Dengan cepat industri komputer menyadari bahwa jumlah data audio yang besar dapat digantikan dengan data digital komputer.

Versi keluaran pertama di desain untuk menyimpan hingga 75 menit, yang memerlukan total sekitar 3 x 109 bit (3 gigabit) penyimpanan. Sejak saat itu, perangkat dengan kapasitas yang lebih tinggi telah dikembangkan. Video CD mampu menyimpan fulllength movie. Video CD memerlukan kapasitas penyimpanan bit yang setingkat lebih besar daripada Audio CD. Multimedia CD juga cocok untuk menyimpan sejumlah besar data komputer.

CD-ROM (Compact Disc Read-Only Memory) merupakan sebuah perangkat baru yang penting dalam penyimpanan data, pengambilan data, dan penyebaran informasi. CD-ROM bisa menyimpan dan memainkan audio, video, graphic images, data digital, dan teks digital. CD memuat data komputer sama seperti hard disk.

Diameter sebuah CD adalah 4,7 inci (12 cm) dan ketebalannya 0,047 inci. Sebuah compact disk dapat menyimpan data hingga 600-700MB, yang ekuivalen dengan:

–     1500 buah floppy disks 5,25-inci

–     450 buah floppy disks 3.5-inci

–     200 buah buku dengan masing-masing berisi 1.000 halaman

–     10 computer magnetic tapes

–     275.000 halaman berisi teks

Teknologi optik yang dipakai untuk sistem CD didasarkan pada sumber sinar laser. Berkas laser diarahkan ke permukaan disk yang berputar. Lekukan fisik pada permukaan CD diatur sepanjang track disk. Lekukan tersebut merefleksikan berkas terfokus ke fotodetektor yang mendeteksi pola biner yang tersimpan.

Laser tersebut memancarkan berkas sinar koheren yang difokuskan dengan tajam pada permukaan disk. Sinar koheren terdiri dari gelombang tersinkronisasi yang memiliki panjang gelombang yang sama. Jika berkas sinar koheren digabungkan dengan berkas lain dari jenis yang sama dan dua berkas tersebut berada dalam satu fase, maka hasilnya akan berupa berkas yang lebih terang. Akan tetapi jika gelombang dua berkas tersebut berbeda fase 180 derajat, maka keduanya akan saling meniadakan. Sehingga jika fotodetektor digunakan untuk mendeteksi berkas tersebut, maka akan mendeteksi titik terang pada kasus pertama dan titik gelap pada kasus kedua.

Lapisan dasar CD adalah dari bahan plastik polikarbonat, yang berfungsi sebagai basis gelas transparan. Permukaan plastik inidiprogram untuk menyimpan data dengan melekukkan lapisan tersebut dengan pit (pola hole). Bagian yang tidak dilekukkan disebut land. Lapisan tipis bahan alumunium perefleksi ditempatkan pada bagian atas disk yang terprogram. Alumunium tersebut kemudian dilapisi dengan acrylic pelindung. Terakhir lapisan paling atas disimpan dan diberi cap dengan label.

Ketebalan total CD adalah 1,2 mm. hampir seluruhnya memakai plastik polikarbonat, lapisan yang lain sangat tipis.

Sumber laser dan fotodetektor ditempatkan di bawah plastik polikarbonat. Berkas yang dipancarkan melintasi plastik ini, direfleksikan oleh lapisan alumunium dan melintas balik menuju fotodetektor.

CD menggunakan skema encoding kompleks untuk menyatakan data, tiap byte data dinyatakan dengan kode 14 bit, menyediakan kemampuan deteksi error. CD memiliki diameter 120 mm, terdapat lubang 15 mm di tengah. Data disimpan pad track yang menutupi area tersebut dari radius 25 mm hingga radius 58 mm. Jarak antara track adalah 1,6 mikron. Pit memiliki lebar 0,5 mikron danpanjang 0,8 hingga 3 mikron. CD mempunyai lebih dari 15.000 track, jika seluruh track spiral dipisah – pisahkan maka akan mencapai panjam 5 km.

Jumlah ini mengindikasikan kerapatan track sekitar 6000 track/cm, yang lebih tinggi daripada kerapatan yang dapat dicapai dalam disk magnetik. Dalam hard disk kerapatan berada dalam rentang dari 800 hingga 2000 track / cm dan dalam floppy disk kurang dari40 track / cm.

 

Jenis – Jenis Compact Disk (CD):

  • CD ROM, adalah salah satu versi CD yang bersifat read only dan mempunyai kapasitas rekamnya antara 650 Mb sampai 700Mb. CD ROM merupakan media penyimpanan yang removable dengan harga murah, mudah didapat dan bersifat multiguna (untuk data, audio atau video). Informasi disimpan dalam bentuk biner, maka cocok untuk digunakan sebagai medium dalam sistem komputer.

Umur pakai atau daya tahan CD ROM tergantung dari dari bahan atau material yang digunakan. Faktor temperatur atau kelembaban lingkungan juga turut mempengaruhi. Semakin lembab udaranya semakin pendek pula umurnya, karena material CD ROM tersebut akan bereaksi dengan molekul oksigen dan hidrogen di udara, lama kelamaan kemampuan refleksinya di dalam drive tidak akan dipantulkan secara sempurna, sehingga data – data yang ada di dalam CD ROM tidak semuanya dapat dilihat. Faktor lain yang dapat menyebabkan kerusakan adalah goresan yang terjadi karena CD ROM sering diputar, handling yang tidak tepat dan penyimpanan yang buruk.

Faktor persoalan lain yang ada di CD adalah untuk memastikan integritas data yang tersimpan. Karena pit sangat kecil, maka sulit untuk menerapkan semua pit secara sempurna. Dalam perekaman audio dan video, beberapa error dalam data dapat ditoleransi karena tampaknya tidak mempengaruhi suara atau image yang direproduksi dalam cara yang dapat dimengerti.

Akan tetapi dalam perekaman aplikasi komputer error tersebut tidak dapat diterima. Karena ketidak sempurnaan fisik tidak dapat dihindarkan, maka perlu menggunakan bit tambahan untuk menyediakan kemampuan pemeriksaan error dan koreksi. CD ROM yangdigunakan dalam aplikasi komputer memiliki kemampuan tersebut.

  • CD – R, adalah standar untuk format CD yang recordable atau CD yang nantinya hanya dapat digunakan sekali pakai saja untuk merekam data, audio atau video. Bersifat permanen, jadi data tidak dapat dihapus. Tipe CD ini baru dikembangkan pada akhir tahun 1990-an. Suatu track spiral diimplementasikan pada disk untuk membakar pit menjadi dye organik pada track.

Pada saat titik yang dibakar dipanaskan diatas temperatur kritis, maka titik tersebut menjadi buram. Titik bakar tersebut merefleksikan lebih sedikit sinar pada saat dibaca sesudahnya.

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, data disimpan secara permanen, bagian yang tidak digunakan atau yang masih kosong pada disk dapat digunakan untuk menyimpan data tambahan pada saat berikutnya.

  • CD – RW, adalah standar untuk format CD yang ReWritable. Artinya dapat digunakan secara berulang – ulang. CD – RW cocok bila digunakan sebagai backup data, misalnya menghapus file atau data yang lama dan menggantinya dengan file atau data yang baru. Karena dapat dipakai berulang kali maka CD ini dikenal paling fleksibel. Walaupun dapat dipakai berulang kali, tetapi untuk idealnya sebaiknya dibatasi. Batasantersebut mencapai 1000 kali.

CD – RW bila sedang melakukan perekaman atau penyimpanan data ke dalam disk biasanya agak memakan waktu lama dan tergantung dari koneksi drive ke PC. Untuk CD – RW drive internal memiliki dua tipe interface, yaitu tipe interface IDE /ATA dan tipe interface SCSI. Tipe interface SCSI kecepatan koneksinya lebih cepat daripada IDE / ATA. Kecepatan CD –RW dituliskan dalam format misalnya 52 x 32 x 52, itu artinya:

pembakaran media CD – R dengan kecepatan 52 x,

pembakaran media CD – ReWritetable dengan kecepatan 32 x,

pembakaran media CD – R, CD – ROM dan CD – RW dengan kecepatan 52 x.

Struktur dasar CD – RW mirip dengan struktur CD – R. Sebagai pengganti dye organik dalam lapisan perekam, digunakan campuran (alloy) perak, indium, antimony dan tellurium.

Drive CD – RW biasanya dapat menangani media compact disk yang lain, seperti dapat membaca CD – ROM dan membaca dan menulisi CD – R. Drive tersebut didesain untuk memenuhi persyaratan standar antar muka interkoneksi, seperti EIDE, SCSI dan USB.

Drive CD – RW menggunakan tiga daya laser yang berbeda. Daya tertinggi digunakan untuk merekam pit, daya menengah digunakan untuk membawa campuran ke dalam keadaan crystalline disebut ‘erase power’. Daya terendah digunakan untuk membaca informasi yang tersimpan.

Teknologi CD – RW telah menjadikan CD – R kurang relevan karena CD – RW menawarkan kemampuan lebih unggu ldengan harga yang sedikit lebih mahal.

 

  • DVD (Digital Versatile Disk), adalah disk media optik yang mampu menyimpan data digital dalam jumlah yang besar termasuk jenis multimedia, seperti musik dan film yang berdurasi panjang dengan kualitas gambar dan suara sangat bagus. Standard DVD pertama didefinisikan pada tahun 1996 oleh suatu konsorsium perusahaan. Tujuannya adalah agar dapat menyimpan suatu full length movie pada satu sisi disk DVD.

Ukuran fisiknya sama dengan ukuran CD, memiliki ketebalan 1,2 mm dan berdiameter 120 mm. Kapasitas penyimpanannya dibuat lebih besar daripada CD dengan beberapa perubahan disain:

• Laser sinar merah yang panjang gelombang 635 mm digunakan sebagai pengganti laser sinar infra red dalam CD, yang memiliki panjang gelombang 780 mm.

Panjang gelombang yang lebih pendek memungkinkannya untuk memfokuskan sinar ke titik yang lebih kecil.

• Pit lebih kecil, dengan panjang minimum 0,4 mikron

• Track diletakkan lebih berdekatan, jarak antar track 0,74 mikron.

Dengan menggunakan peningkatan ini menghasilkan kapasitas DVD 4,7 gigabyte.

DVD ada yang berformat ditulisi sekali (DVD – R), ada juga yang berformat ditulisi berulang – ulang (DVD – RW) atau disebut juga dengan DVD – RAM. Tipe DVD – RAM menyediakan kapasitas penyimpanan yang lebih besar.

Kerugiannya hanyalah harga yang relatif lebih mahal tapi tidak sebanding dengan kecepatan penulisannya yang relatif lambat.

Untuk memastikan data telah direkam atau disimpan dengan tepat pada disk, maka dilakukan suatu proses yang disebut write verification. Proses ini dilakukan oleh DVD – RAM yangmembaca isi tersimpan dan membandingkannya dengan data yang asli.

Side digunakan untuk mengacu dalam menyimpan data didalam DVD. Bila kepingan DVD dengan double side, maka penyimpanan data bisa bolak balik. Layer digunakan untuk lapisan penyimpan data dalam satu sisi, jadi apabila DVD dengan double layer, maka dalam satu sisi memiliki dua lapisan penyimpan data.

Waktu akses untuk drive DVD sama dengan drive CD, akan tetapi pada saat DVD berotasi pada kecepatan yang sama, kecepatan transfer data lebih tinggi, karena kerapatan pit yang lebih tinggi.

Pada saat ini, telah dikembangkan juga teknologi blu-ray disc, yaitu generasi baru optical disk untuk menyimpan high definition video dan high density data. Nama blu-ray berasal dari laser blue-violet yang dipergunakan untuk membaca dan menulis pada disc. Teknologi ini dikembangkan oleh Blu-ray Disc Association. Disc ini mempunyai kapasitas penyimpanan lebih dari DVD, karena menggunakan gelombang yang lebih pendek (405nm). Single layer blu-ray dapat menyimpan 4 jam high definition video with audio, sedangkan dual layer dapat menyimpan sampai 8 jam

 

Pemeliharaan CD / DVD:

Metode pemeliharaan untuk CD / DVD supaya data – data yang tersimpan sampai jangka waktu yang cukup lama, yaitu :

o Bila meletakkan CD / DVD harus tegak lurus dengan keadaan terbungkus dalam lemari, misalnya seperti menempatkan buku.

o Gunakan cairan pembersih yang bebas dari tinta atau spidol, sebaiknya gunakan cairan alkohol untuk menghilangkan kotoran atau noda yang berat. Gunakan kain lap katun yang bersih, upayakan membersihkannya dari bagian dalam sampai keluar.

o Jangan menyentuh piringan selain bagian tepi luar atau lubang tengahnya dan jangan menyentuh tengahnya ataupun dilekukan.

o Bila memungkinkan simpan dalam ruangan gelap, kering dan sejuk dengan udara bersih dan hindari sinar matahari langsung.

o Hindari piringan tergores, untuk itu jangan diletakkan dekat benda – benda tajam atau yang dapat menggores piringan.

 

SUMBER

http://en.wikipedia.org/wiki/USB_flash_drive

http://id.wikipedia.org/wiki/Zip_drive

http://kaskusfans.com/news/sejarah-flashdisk.php

http://arismunandaroftkj.blogspot.com/2009/05/magnetic-tape.html

http://kuliah.dinus.ac.id/edi-nur/pde.html

http://www.adipedia.com/2011/04/sejarah-penemuan-cd-compact-disc.html

http://dedenthea.wordpress.com

http://bebas.vlsm.org/v06/Kuliah/MTI-PSOKS/2005/PSOSK-05-Data-Storage.pdf

http://en.wikipedia.org/wiki/Computer_storage

http://www.computinghistorymuseum.org/teaching/papers/research/StorageDevices-Zeytinci.pdf

http://lecturer.ukdw.ac.id/anton/download/multimedia10.pdf

1 Comment

Older Entries »

Skip to toolbar